go green
Recent Issues

Kekeringan, Warga Gunungkidul Jual Ternak Demi Air Bersih

Kekeringan, Warga Gunungkidul Jual Ternak Demi Air Bersih

15 Agustus 2019, 09:00:35

Jakarta -- Sejumlah peternak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menjual ternaknya untuk membeli air bersih yang langka akibat kemarau panjang melanda wilayah ini.

Fenomena seperti ini dilakukan oleh warga di Dusun Jerukgulung, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Salah satunya Suginem, (49) yang mengaku menjual ternak kambing untuk membeli air bersih.

"Juni kemarin baru jual satu ekor kambing. Saya belikan air bersih satu tangki isinya 6 ribu liter," kata Suginem seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan satu tangki air bersih harganya sebesar Rp120 ribu bisa mencukupi kebutuhan selama 3 minggu. Air itu untuk kebutuhan hidup dirinya dan tiga anggota keluarga yang lain, yakni suami dan dua anak.

"Selain membeli air bersih, uang hasil penjualan ternak ini juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti makan, hingga biaya keperluan anak-anak," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan bagi warga daerahnya, hewan ternak merupakan tabungan. Saat membutuhkan uang, warga menjual ternaknya.

"Mereka (hewan ternak) persiapan untuk tabungan biaya sekolah hingga membeli air saat kekeringan," katanya.

Diakui Bambang fenomena menjual hewan ternak saat kemarau biasa terjadi. Setelah dijual dan mencukupi kebutuhan, biasanya kembali membeli hewan yang berukuran kecil.

"Diganti yang kecil, kemudian dibesarkan lagi. Itu luar biasa," ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki menambahkan setidaknya sudah ada 14 kecamatan dari 18 kecamatan di Gunung Kidul yang melaporkan warganya mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Saat ini, bantuan penyaluran air bersih terus dilakukan, baik oleh pemkab, swasta, maupun masing-masing pemerintah kecamatan yang mempunyai anggaran dan tangki.

Kecamatan yang terkena dampak krisis air dan sudah disalurkan air bersih antara lain Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan, Panggang, Purwosari. Kemudian Ngawen dan Nglipar.

"Kecamatan tersebut sudah langganan kekeringan setiap musim kemarau," kata Edy.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Siswa SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Kunjungan Industri Ke Universitas Narotama Siswa SMKN 1 Dlanggu Mojokerto Kunjungan Industri Ke Universitas Narotama

26 Februari 2020, 07:53:00

Rombongan siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Dlanggu Mojokerto mengadakan Kunjungan Industri ke kampus Universitas Narotama pada Rabu, 26 Februari 2020. Kedatangan rombongan 68 siswa dan 10 guru pembimbing SMKN 1 Dlanggu ini disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Aryo Nugroho, ST, S.Kom, MT bertempat di Conference Hall Universitas Narotama. Kunjungan tersebut dimanfaatkan oleh para ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

China Resmi Larang Perdagangan Hewan Liar karena Corona
27 Februari 2020, 09:00:07

China Resmi Larang Perdagangan Hewan Liar karena Corona Jakarta -- Pemerintah China secara resmi mengumumkan larangan perdagangan dan konsumsi satwa liar yang diyakini sebagai sumber penyebaran virus corona. Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) menyetujui proposal larangan perdagangan satwa .....

Almaz dan Confero Kejar-kejaran Jadi Produk Terlaris di Bali
27 Februari 2020, 09:00:07

Almaz dan Confero Kejar-kejaran Jadi Produk Terlaris di Bali Gianyar, SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) menyebut penjualan Almaz dan Confero masuk ke produk paling banyak diminati untuk pasar Bali sepanjang Januari sampai Desember 2019. Media Relations Wuling Indonesia Brian Gomgom .....