go green
Recent Issues

SMK Penyumbang Pengangguran akan Dibubarkan, Ini Kata Disdik Jabar

SMK Penyumbang Pengangguran akan Dibubarkan, Ini Kata Disdik Jabar

20 Juli 2019, 09:00:08

Pemprov Jabar berencana mengevaluasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena menjadi `penyumbang` tingkat pengangguran terbuka terbesar. Evaluasi tersebut untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri di wilayah masing-masing

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dewi Sartika mengatakan tujuan utama evaluasi SMK ini untuk mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Terlebih dengan adanya proyeksi kawasan ekonomi khusus di beberapa wilayah.
"Artinya kalau kawasan ekonomi harus ditunjang oleh SDM mumpuni, kita ingin yang kerja di sana warga jabar. Pak gubernur menyampaikan coba SMK harus sudah dievaluasi. Evaluasi itu agar link and match dengan dunia industri," kata Dewi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, kebutuhan industri yang beragam dari masing-masing wilayah, dunia pendidikan juga harus mau menyesuaikan. Apalagi, dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi cara operasional industri.
"Sekarang contoh akuntansi, banyak kompetensinya, muridnya juga banyak. Tapi kan sekarang akuntansi sudah pakai digital. Artinya kita harus sudah merevitalisasi yang akuntansi, kita ubah menjadi sesuai dengan industri berkembang misalnya manufaktur," tutur Dewi.

Ia juga mencontohkan Sukabumi yang banyak terdapat SMK pertanian. Namun, nyatanya saat ini industri manufaktur di kawasan tersebut juga berkembang pesat. Hal itu tidak didorong ketersediaan SDM khususnya lulusan SMK.
"Artinya kita harus ubah, jangan lagi terlalu banyak pertanian di sana. Karena ubah kejuruan itu boleh. Itulah kenapa banyak pengangguran, karena lulusannya gak nyambung dengan kebutuhan industri," ucapnya.
"Termasuk juga di Kota Bandung. Banyak dibutuhkannya jasa pariwisata dan perhotelan. Kita dorong di luar itu ke sana," Dewi menambahkan.

Menurut dia, mengevaluasi sistem pendidikan SMK membutuhkan waktu cukup panjangan. Karena pemerintah harus menyiapkan aturan, kurikulum, infrastruktur hingga tenaga pengajar profesional.
"Biar lebih efektif, efisien sesuai dengan arah pembangunan masing-masing wilayah. Kalau diubah kita perlu SDM pengajar kan, kita minta dari dunia industri," ujar Dewi.






Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39 Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39

24 Januari 2020, 02:13:10

Yemen`s Team tampil sebagai Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama (UNNAR) Ke-39 setelah unggul atas tim Gacor FC dalam pertandingan final yang berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2020 di lapangan futsal UNNAR. Penyerahan hadiah untuk para juara dilakukan oleh Presiden UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, yang juga dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan, Alumni & Tracer ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Penyaluran KUR 2019 Capai Rp139,5 Triliun
25 Januari 2020, 09:00:04

Penyaluran KUR 2019 Capai Rp139,5 Triliun Jakarta -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun lalu mencapai Rp139,5 triliun atau 99,6 persen dari target yang sebesar Rp140 triliun. "Sebenarnya, kalau tidak kami .....