go green
Recent Issues

Tiga Aktivis Penghina Keluarga Kerajaan Thailand Menghilang

Tiga Aktivis Penghina Keluarga Kerajaan Thailand Menghilang

15 Mei 2019, 09:00:00

Tiga orang aktivis Thailand yang dituduh menghina keluarga kerajaan dikabarkan menghilang setelah sempat ditangkap di Vietnam.

Mereka adalah Chucheep Chiwasut, seorang yang menyiarkan komentar politik terhadap Thailand terkait masalah pengasingan, serta rekannya yakni Siam Theerawut dan Kritsana Thapthai.
Ketiga orang ini dilaporkan telah diserahkan ke pihak berwenang Thailand oleh Vietnam pada Rabu (8/5). Namun, kabar mereka tak diketahui sampai saat ini.

Aliansi Thailand untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS melaporkan bahwa Chucheep, yang lebih dikenal Paman Sanam Luang, telah dipulangkan kembali ke Thailand. "Paman Sanam Luang dan dua aktivis lainnya ditangkap bulan lalu. Namun, mereka baru dipulangkan ke Thailand dari Vietnam pada 8 Mei," kata Piangdin Rakhtai selaku perwakilan aliansi.
"Kami khawatir dengan situasi yang terjadi. Ada banyak pelenyapan dan kematian terjadi terhadap aktivis politik yang melawan pemerintahan militer dan mengkritik keluarga kerajaan."

Namun, Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan, menyangkal bahwa tiga aktivis tersebut sebelumnya berada di tahanan Thailand.
"Vietnam tidak memberikan informasi perihal pemulangan para aktivis tersebut. Kami belum menerima permintaan apa pun. Jika memang ada, hal itu akan diinformasikan melalui kementerian luar negeri dan polisi," ujar Prawit. Kabar aktivis hilang ini mencuat beberapa bulan setelah dua orang pengkritik militer dan keluarga kerajaan yang diasingkan dinyatakan tewas. Kejadian ini pun menarik perhatian sejumlah pihak.
Brad Adams selaku Direktur Human Rights Watch Asia mengatakan, "Pemaksaan Vietnam untuk mengembalikan tiga aktivis Thailand seharusnya menjadi peringatan bagi komunitas internasional."

Amnesty Internasional juga melaporkan bahwa Chuhceep telah lama menghadapi tuduhan dari pasal lese majeste atau penghinaan terhadap kerajaan. Sementara itu, Siam dan Kritsana berada dalam penyelidikan polisi atas pasal lese majeste.
Menurut pasal 112 hukum kriminal Thailand, siapapun yang menghina raja, ratu, atau pewaris takhta, akan dihukum 15 tahun penjara. Kelompok pemerhati HAM menuduh militer yang berkuasa telah memberlakukan hukum lese majeste secara sewenang-wenang sejak kudeta militer tahun 2014 sebagai cara untuk membungkam kritik.

Bulan Januari lalu, jasad dua aktivis lain yang diasingkan karena mengkritik militer dan keluarga kerajaan, Chatcharn Buppawan dan Kraidej Luelert, ditemukan di Sungai Mekong. Tubuh mereka ditemukan telah diisi dengan beton yang membuatnya dapat tenggelam.
Namun, pihak militer Thailand sendiri mengaku tidak menerima informasi terkait jasad aktivis tersebut.
Selain itu, seorang aktivis yang juga bertugas mengoperasikan stasiun radio pengkritik junta dan kerajaan, yakni Surachai Danwattananusorn, dikabarkan menghilang pada bulan Desember. Hingga kini keberadaannya belum diketahui.


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama

18 September 2019, 06:03:29

Masruroh menangis haru saat mendengarkan ucapan selamat dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UNNAR), Andini Dwi Arumsari, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog saat penggelaran Yudisium, Sabtu (14/9/2019). Masruroh adalah peserta yudisium yang juga merupakan lulusan tertua dalam yudisium pertama Program Studi PG PAUD UNNAR. Semangatnya yang begitu besar untuk menyelesaikan studi, ia ungkapkan, adalah berkat Dekan dan jajaran dosen serta ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal
20 September 2019, 09:00:00

Bappebti Blokir 142 Situs Perusahaan Berjangka Ilegal Jakarta -- Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kembali memblokir 39 domain situs perusahaan berjangka komoditas ilegal. Dengan pemblokiran tersebut, hingga September 2019 ini, Bappebti sudah memblokir 142 .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....