go green
Recent Issues

Ramai Jurassic Park, Fakta Komodo Naga Terakhir di Bumi

Ramai Jurassic Park, Fakta Komodo Naga Terakhir di Bumi

30 Oktober 2020, 09:00:01

Jakarta,Jakarta,
Komodo (Varanus komodoensis) adalah salah satu naga (Komodo Dragon) terakhir di Bumi yang tengah ramai dibicarakan saat ini lantaran warganet mengecam aksi pembangunan Jurassic Park di area Taman Nasional Komodo.

Pasalnya, mereka beranggapan pembangunan itu bisa membahayakan kelangsungan hidup dan habitat binatang reptil ini.


Menanggapi aksi penolakan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut kegiatan aktivitas pembangunan di Taman Nasional Komodo dilakukan Penggunaan alat-alat berat telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

"Kegiatan aktivitas pengangkutan material pembangunan yang menggunakan alat berat dilakukan karena tidak dimungkinkan menggunakan tenaga manusia," tulis akun Instagram KLHK, Minggu malam (25/10).

Dalam salah satu slide, disebutkan juga kegiatan pengembangan pariwisata di Pulau Komodo tidak memengaruhi tingkat kebertahanan hidup hewan itu.

Berikut sejumlah fakta terkait Komodo.

1. Kadal terbesar saat ini

Komodo adalah kadal terbesar yang hidup saat ini. Reptil ini bisa tumbuh dengan panjang hingga 3 meter. Beberapa komodo bahkan bisa mencapai berat hingga 135 kilogram, menurut Ensiklopedi Britanica.

Sementara komodo betina punya ukuran lebih kecil dengan panjang hingga 1,8 meter.

Warga setempat menamai Komodo dengan sebutan Ora atau buaya darat, seperti ditulis Live Science. Warna komodo beragam, ada yang kehijauan, abupabu, biru, dan oranye. livescience.com/27402-komodo-dragons.html

2. Berbaju zirah

Kulit mereka kasar dan tahan lama, diperkuat dengan tulang-tulang kecil di balik kulitnya yang disebut osteodermata. Osteodemata ini seakan menjadi semacam baju zirah bagi komodo.

3. Bergerak cepat

Komodo punya cakar yang panjang dan ekor yang besar dan berotot. Gerakan komodo bisa sangat cepat 16 hingga 20 kilometer per jam.

Selain itu binatang ini juga cukup kuat berjalan jauh hingga 11 kilometer per hari. Namun, mereka lebih suka diam di dekat rumah, jarang menjelajah jauh dari tempat menetas.

4. Hewan endemik Indonesia

Endemik maksudnya hewan ini hanya ditemukan di Indonesia. Komodo hidup di beberapa pulau di bagian barat Nusa Tenggara Timur, yaitu di Pulau Komodo, Rinca, Padar, Nusa Kode (Gili Dasami) dan Gili Motang.
Reptil ini sudah tinggal di kawasan yang disebut Sunda Kecil itu selama jutaan tahun.

5. Gigitan beracun

Hewan ini juga dikenal memiliki gigitan beracun. Letak racun itu berada di dua kelenjar di bawah rahang yang menghasilkan beberapa protein beracun. Protein ini memiliki antikoagulan yang membuat darah sulit membeku. Akibatnya, mangsa bisa mengalami penurunan tekanan darah, perdarahan hebat dan syok.

Gigitan beracun ini berguna untuk mendapat makanan. Komodo disebut jarang memakan langsung mangsa mereka hidup-hidup. Komodo mulai makan ketika mangsa tengah sekarat atau tak lama setelah mati akibat gigitan beracun. Mereka bisa menunggu berjam-jam agar mangsa berada pada jarak serang sebelum menggigitnya.

Komodo memangsa burung, mamalia seperti kerbau dan rusa, bangkai, serta hewan invertebrata lain seperti serangga. Komodo dewasa bahkan memangsa komodo lain yang lebih kecil.

Mereka menggunakan indera penciuman untuk mendeteksi makanan dan menjulurkan lidah untuk mendapat informasi dari udara.

6. Bisa bertelur tanpa jantan

Reproduksi komodo menarik, karena hewan ini bisa bertelur tanpa harus dibuahi komodo jantan yang disebut dengan proses partenogenesis.

Parthenogenesis terjadi ketika sel telur lain, bukan sperma, membuahi sel telur. Proses biologis pembuatan sel telur, yang disebut oogenesis itu biasanya menghasilkan tubuh kutub yang berisi duplikat DNA telur. Ini adalah kejadian yang langka bagi vertebrata atau hewan dengan tulang belakang seperti Komodo.

Meski demikian, musim kawin Komodo ini mulai Mei hingga Agustus. Telur-telur lantas dierami pada September selama tujuh hingga delapan bulan. Sehingga, pada April anakan Komodo akan menetas ketika serangga sedang banyak-banyaknya.

7. Sempat jadi tujuh keajaiban dunia

Taman Nasional Komodo telah ditetapkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia oleh UNESCO loh pada tahun 1991. Taman Nasional Komodo juga pernah masuk ke dalam New Seven Wonders (Tujuh Keajaiban Dunia), karena keajaiban alam dan spesies yang ada di alamnya.



sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Rektor Universitas Narotama Sebagai Narasumber Talkshow Jagongan Rakyat “Program Rujak Suroboyo” di JTV Rektor Universitas Narotama Sebagai Narasumber Talkshow Jagongan Rakyat “Program Rujak Suroboyo” di JTV

01 Desember 2020, 15:05:39

Memasuki musim hujan, Surabaya waspada terkena bencana banjir di sejumlah lokasi. Untuk membangun tata kota Surabaya lebih baik dan himbauan agar Surabaya terbebas dari banjir, PT Jawa Pos Media Televisi (JTV) mengundang Rektor Universitas Narotama (UN) Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM sebagai narasumber dalam program talkshow Ruang Jagongan rakyat, Rujak Suroboyo yang berlangsung di Studio JTV, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020
01 Desember 2020, 09:00:03

ITS Surabaya Sabet Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020 Jakarta, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menjadi juara umum tingkat nasional pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berharap kontes robot ini menjadi wadah bagi .....