go green
Recent Issues

Pemerintah Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan

Pemerintah Mulai Program Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan

16 Oktober 2020, 09:00:07

Jakarta -- Pemerintah mengklaim akan memulai program vaksinasi corona pada November nanti. Sebab, vaksin yang dibeli Indonesia dari beberapa negara akan datang bulan depan, meliputi Cansino, G42 atau Sinopharm, dan Sinovac.

Mengutip keterangan resmi, disebutkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir telah bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin itu pada Sabtu (12/10) lalu untuk memfinalisasi pembelian vaksin.

Sementara itu, jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, bergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain.

Rinciannya, Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk 2021.

Kemudian, Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 juta dosis mulai datang pada November 2020.

Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Sinovac akan mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Sedangkan untuk 2021, Cansino mengusahakan penyediaan 20 juta (single dose), Sinopharm 50 juta (dual dose), dan Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi. Sementara, dual dose dibutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang.

Menkes Terawan mengatakan persiapan program vaksinasi ini terus dilakukan. Pemerintah akan memprioritaskan para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan covid-19.

"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," ujarnya.

Untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, maka vaksin oleh pemerintah maupun mandiri tetap harus melalui PT Bio Farma (Persero). Dalam waktu dekat, Bio Farma diminta memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerja samanya.

Saat ini, vaksin dari ketiga perusahaan tersebut sudah masuk pada tahap akhir uji klinis fase ke-3. vaksin tersebut juga dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Detailnya, Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Arab Saudi, Rusia, dan Pakistan. Lalu, Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Maroko dan Argentina.

Sementara itu, Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di China, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa Universitas Narotama Bela Tim Juara pada Turnament Futsal Garuda Emas Academy Cup 2020 Tiga Mahasiswa Universitas Narotama Bela Tim Juara pada Turnament Futsal Garuda Emas Academy Cup 2020

26 November 2020, 11:34:19

Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya seperti tidak pernah kehabisan `stok` atlet berbakat untuk cabang olahraga futsal. Satu angkatan telah lulus studi dan kemudian akan muncul lagi penerusnya dengan prestasi yang gemilang. Ketika aktivitas olahraga fisik ditiadakan di kampus karena masa pandemi covid-19, mereka tetap tekun berlatih baik secara mandiri maupun bergabung dengan club di luar kampus. Hasil dari berlatih di luar kampus ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

6 Tanda Ponsel Sudah Harus Diganti
29 November 2020, 09:00:01

6 Tanda Ponsel Sudah Harus Diganti Jakarta,Banyak orang bingung kapan waktu yang tepat untuk mengganti smartphone pribadinya. Pikiran sayang uangnya atau belum butuh ganti selalu menjadi pertimbangan ulang untuk mengganti sebuah handphone atau HP. Tidak masalah kalau .....