go green
Recent Issues

Modus Pencabulan Anak Kiai di Jombang: Ancam dan Janji Nikahi

Modus Pencabulan Anak Kiai di Jombang: Ancam dan Janji Nikahi

26 Januari 2020, 09:00:13

Jakarta -- Polda Jawa Timur mengungkap keberadaan unsur pengancaman yang dilakukan oleh MSA (39) dalam pencabulan terhadap seorang mantan santrinya yang masih di bawah umur.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Komisaris Besar Pitra Ratulangi mengatakan hal itu diketahui usai pihaknya melakukan gelar perkara. Diduga ancaman itu dilakukan MSA saat hendak menyetubuhi korbannya.

"Dalam gelar perkara terungkap dalam keterangan korban, bahwa terlapor MSA melakukan ancaman kepada pelapor, yaitu jika korban tidak mau disetubuhi maka akan menyesal seumur hidup," kata Pitra dikonfirmasi, Kamis (23/1).

Ancaman tersebut kemudian membuat korban ketakutan. Tak hanya itu, Pitra mengatakan MSA juga sempat merayu korban dengan janji akan menikahi.

"Sehingga korban MN merasa takut dan ketika terlapor melakukan pencabulan terhadap pelapor dengan cara korban dibujuk rayu akan dijadikan istri," katanya.

Polisi telah memanggil MSA untuk hadir menjalani pemeriksaan. Hal itu itu menyusul panggilan kedua dari Polres Jombang yang sudah diabaikan tersangka sejak Desember 2019.

"Diimbau kepada saudara MSA untuk segera hadir memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan sekaligus diberi kesempatan yang bersangkutan bisa mengkonfirmasi," kata dia.

Penyidik pun memberi waktu kepada MSA hingga sepekan ke depan. Apabila panggilan tersebut diabaikan, polisi bakal melakukan pemanggilan ketiga sekaligus menjemput paksa tersangka.

Pitra juga mempersilakan MSA agar mempersiapkan diri untuk hadir dalam waku paling lama sepekan ke depan.

"Dan dipersilakan jika mau didampingi pengacara saat diperiksa oleh Penyidik Renakta. Saudara MSAT silakan langsung datang ke penyidik dan kami beri kesempatan kepada MSA untuk mempersiapkan diri," ujarnya.

MSA merupakan warga asal Kecamatan Ploso, Jombang. Ia adalah pengurus sekaligus anak dari kiai ternama di Pesantren di wilayah tersebut.

Oktober 2019 lalu, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah. Korban disebut merupakan salah satu santri atau anak didik MSA di pesantren.

Selama disidik oleh Polres Jombang, MSA diketahui tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Kendati demikian ia telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019.

Selasa (14/1) Polda Jatim kemudian resmi mengambil alih kasus pencabulan oleh tersangka MSA dari Polres Jombang.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pertemuan Daring Universitas Narotama dengan UnisZa dan UPSI Malaysia untuk Pengembangan Kerjasama Internasional dan Persiapan JWC Conference Februari 2021 Pertemuan Daring Universitas Narotama dengan UnisZa dan UPSI Malaysia untuk Pengembangan Kerjasama Internasional dan Persiapan JWC Conference Februari 2021

23 Januari 2021, 13:00:05

Universitas Narotama (UN) bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UnisZa) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mengadakan pertemuan secara daring yang berlangsung pada hari Kamis, 21 Januari 2021. Pertemuan ini membahas pengembangan kerja sama antara ketiga institusi tentang penelitian bersama dan publikasi internasional. Pertemuan tersebut secara khusus merupakan persiapan acara “5th Management and Business Worldconference: International Conference On Economic, Management, Digital ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....