go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Bapeten Pastikan Zat Radioaktif di Tangsel Bukan Nuklir Bocor

Bapeten Pastikan Zat Radioaktif di Tangsel Bukan Nuklir Bocor

19 Februari 2020, 09:00:00

Jakarta -- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memastikan paparan radiasi zat radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan bukan disebabkan kebocoran fasilitas milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab ditemukannya radiasi zat radioaktif di lokasi tersebut. Ia menduga paparan yang ditemukan dalam sepetak tanah kosong itu dibuang oleh seseorang.

Pasalnya, lokasi itu berada jauh dari fasilitas yang dimiliki Batan.

"Jadi, intinya, perlu ditegaskan bahwa ini bukan kebocoran bukan juga kejatuhan (satelit) atau fallout. Semata-mata ini ada yang meletakkan, menaruh, membuang, atau apa pun namanya. Kami akan investigasi lebih lanjut," kata Indra di lokasi, Sabtu (14/2).

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, lokasi paparan zat radioaktif berada di sebidang tanah kosong di Jalan Blok H, I, J kompleks Perumahan Batan Indah. Titik radiasi itu kini sudah diberi garis pembatas milik Batan dalam radius 10 meter.

Indra meminta warga agar tak melewati garis pembatas dan bermain di sekitar lokasi. Permintaan ia sampaikan demi menghindari paparan radiasi secara langsung.

Indra mengungkapkan, hingga kini Bapeten dan Batan masih melakukan pengerukan tanah dan mengambil pohon yang sudah dipastikan terkena paparan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi tingkat paparan radiasi.

Namun, pihaknya belum bisa menyebut angka tingkat radiasi hasil pengerukan yang sudah dilakukan selama dua hari itu. Sebelum dilakukan pengerukan, Indra mengatakan tingkat paparan radiasi mencapai angka 100-200 mili rad. Angka itu jauh dari batas normal radiasi zat radioaktif yang bisa diterima manusia, yang hanya 0,2 mili rad.

"(Sebelum pengerukan tanah) 100-200. Seharusnya di sini 0,2," kata Indra.

Sebagai informasi, zat radioaktif dengan tingkat paparan di atas normal bisa menyebabkan masalah kesehatan serius bagi manusia. Indra mengungkapkan beberapa bahaya atau penyakit yang disebabkan oleh paparan zat radioaktif mulai dari kanker, kerusakan sel, dan kerusakan jaringan kulit.

"Intinya adalah untuk kesehatan dia berdampak cukup serius. Cuma, mungkin perlu diketahui bahwa dampak ini tentunya ada yang harus kami perhitungkan, tergantung juga dari besaran nilai yang kami terima," kata Indra.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Batan, Heru Umbara mengatakan pihaknya kini masih melakukan sterilisasi area. Ia juga memastikan paparan radiasi tersebut tak sampai mengganggu aktivitas warga setempat.

Ia mengungkapkan, paparan radiasi pada sebidang tanah tersebut juga tak sampai mengontaminasi air tanah. Ia memastikan itu setelah mengecek air di rumah salah satu warga setempat.

"Yang menggembirakan sebenarnya air tanah. Di air tanah kita sudah lakukan pengecekan, di warga, itu tidak ada indikasi adanya paparan tinggi," kata Heru kepada CNNindonesia.com, Sabtu (15/2).

Paparan radiasi zat radioaktif di atas batas normal sebelumnya ditemukan di sebuah area tanah kosong yang berada di Blok J Perumahan Batan Indah, Serpong Tangsel. Nilai paparan itu ditemukan lewat hasil pengecekan yang dilakukan Bapeten pada 30-31 Januari lalu di sejumlah lokasi, antara lain Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Pengecekan itu dilakukan rutin dengan unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS - MONA) milik Bapeten sejak 2013 untuk pencegahan paparan zat radioaktif. Hasilnya, paparan dengan nilai di atas normal ditemukan di Perumahan Batan Indah, Tangsel.

"Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut di atas, dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal," kata Indra dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2).

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya
09 April 2020, 09:00:01

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya JakartaJakarta, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi konferensi video Zoom memiliki masalah keamanan dan privasi. Menurutnya, perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut. Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....