go green
Recent Issues

Sri Lanka Setop Kremasi Jenazah Pasien Corona Usai Diprotes

Sri Lanka Setop Kremasi Jenazah Pasien Corona Usai Diprotes

03 Maret 2021, 09:00:23

Jakarta -- Pemerintah Sri Lanka akhirnya menghentikan kebijakan kremasi paksa terhadap jasad pasien virus corona setelah menuai protes dari dalam dan luar negeri.

Dilansir AFP, Rabu (2/3), sampai saat ini Menteri Kesehatan Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi, belum menyampaikan alasan secara khusus terkait penghentian kebijakan kremasi paksa.

Akan tetapi, polemik itu sempat disinggung oleh Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, ketika melakukan lawatan kenegaraan dan bertemu Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa pada pekan lalu.

"Saya menyambut baik keputusan pemerintah Sri Lanka yang membolehkan pemakaman jenazah pasien Covid-19," tulis Imran melalui Twitter.

Pemerintah Sri Lanka setempat memutuskan melakukan kremasi paksa mulai April 2020 karena kelompok pemuka agama Buddha keberatan jika jenazah pasien virus corona dikubur dengan alasan bisa mencemari air tanah dan membuat virus semakin menyebar. Namun, menurut para pakar pendapat itu tidak mempunyai pijakan ilmiah.

Kebijakan kremasi paksa ditentang oleh Muslim yang menjadi minoritas di Sri Lanka. Sebab dalam ajaran Islam jenazah harus dikubur dengan menghadapi ke Mekah.

Menurut pemuka Muslim di Sri Lanka, lebih dari setengah korban meninggal akibat virus corona di negara itu yang berjumlah 459 orang adalah penduduk Muslim.

Pemerintah Sri Lanka membakar jenazah 19 penduduk Muslim yang terinfeksi Covid-19 pada Desember 2020, termasuk seorang bayi, setelah keluarga menolak mengambil jenazah dari kamar mayat.

Sedangkan bagi penduduk Sri Lanka yang sebagian besar memeluk Buddha dan Hindu, mereka memperlakukan jenazah dengan cara dikremasi.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Selenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian Universitas Narotama Selenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian

14 April 2021, 15:12:11

Universitas Narotama (UN) Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional dan Launching Konsorsium Pengelola Jurnal Pengabdian dengan tema “Konektivitas Pengabdian Melalui Digitalisasi Jurnal di Era Pandemi Covid-19 untuk Kemajuan Bangsa” yang dilaksanakan secara daring dengan `zoom meeting` pada Jumat, 9 April 2021 pukul 08:45 – Selesai (waktu Surabaya). Kegiatan yang diikuti lebih dari 190 peserta ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Okid Parama Astirin, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek
13 April 2021, 09:00:00

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek Jakarta -- Presiden Joko Widodo cuma butuh waktu 10 hari untuk mendapat restu DPR RI melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi mengajukan penghapusan Kemenristek .....

Perusahaan China Tencent Buat Data Center Pertama di RI
14 April 2021, 09:00:00

Perusahaan China Tencent Buat Data Center Pertama di RI Jakarta -- Perusahaan teknologi asal China Tencent Holdings, melalui anak perusahaan Tencent Cloud, resmi meluncurkan Internet Data Center (IDC) pertama mereka di Indonesia. Senior Vice President Tencent Cloud International Poshu Yeung .....