go green
Recent Issues

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham

Menimbang Untung Rugi Investasi Saham

16 Januari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Investasi saham sedang menjadi primadona saat ini. Aksi pamer portofolio ala Raffi Ahmad, Ari Lasso, hingga Kaesang Pangarep membuat publik penasaran terhadap keuntungan yang bisa diraih dengan berinvestasi saham.

Raffi dan Ari, dalam akun Instagram-nya memamerkan kenaikan saham mereka di PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS). Sementara, anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang beberapa kali menuliskan pergerakan sahamnya di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di akun Twitter nya.

Lantas, apa benar bermain saham bisa mendatangkan banyak keuntungan? Apa saja sebenarnya untung dan rugi menanamkan dana di saham?

Keuntungan
1. Capital Gain
Director of Business Development Sucor Sekuritas Bernadus Setya Ananda Wijaya menjelaskan investor saham akan meraup keuntungan dari selisih beli dan jual saham alias capital gain. Namun, itu hanya terjadi jika harga saham meningkat.

"Keuntungan secara material adalah bisa mendapatkan capital gain," ucap Bernadus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/1).

Sebagai contoh, jika investor membeli saham Antam seperti yang kerap dipromosikan oleh Kaesang pada 30 Desember 2020 di level Rp1.935 per saham, lalu menjualnya pada 7 Januari 2021 kemarin, maka investor itu akan meraup keuntungan sebesar 34,36 persen dari modal awal yang ditempatkan. Hal ini karena harga saham Antam pada 7 Januari 2021 sudah melesat ke level Rp2.600 per saham.

2. Dividen
Selain capital gain, Bernadus menyatakan investor juga akan mendapatkan keuntungan dari dividen. Ia menjelaskan dividen adalah pembagian keuntungan atau laba bersih yang diberikan oleh perusahaan kepada investor.

"Keuntungan secara material juga ada dividen. Pembagian keuntungan perusahaan," terang Bernadus.

Sementara, Analis Pasar Modal Riska Afriani mengatakan dividen biasanya diberikan perusahaan kepada investor satu tahun sekali. Namun, terkadang ada pula perusahaan yang memberikannya dua kali dalam satu tahun.

"Dividen diberikan ketika perusahaan untung, biasanya mereka membagikan laba bersih dalam bentuk dividen. Ini merupakan keuntungan sebagai investor," tutur Riska.

3. Pengetahuan Bertambah
Keuntungan lainnya dari berinvestasi saham, yakni investor secara tidak langsung akan bertambah pengetahuannya mengenai ekonomi domestik dan global. Sebab, mereka dituntut untuk mengikuti perkembangan ekonomi untuk bisa menganalisis saham apa yang sebaiknya dibeli dan memberikan keuntungan jangka panjang.

Bernadus mengingatkan investor jangan membeli saham karena rekomendasi dari influencer saja. Rekomendasi, kata dia, hanya cocok digunakan sebagai referensi. Nantinya, info yang diberikan influencer harus ditelaah lagi. Untuk itu, investor juga harus selalu mengikuti perkembangan ekonomi terkini agar tahu kapan harus beli dan jual saham.

"Pengetahuan tentang makro ekonomi juga akan bertambah dengan berinvestasi saham. Untuk rekomendasi dari influencer harus ditelaah lagi dan dianalisis lagi," ujar Bernadus.

Selain itu, Riska menyatakan investor juga bisa mendapatkan pengetahuan mengenai bisnis. Sebab, investor mau tak mau mengikuti perkembangan dari sektor usaha yang menjadi fokus dari emiten tersebut.

"Misalnya sebagai investor dari saham properti, investor akan mendapatkan hak untuk mengikuti agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ada paparan publik mengenai sektor usaha perusahaan tersebut, sehingga dapat ilmu gratis tentang sektor properti," ucap Riska.

Bahkan, investor bisa bertanya secara langsung kepada direksi perusahaan dalam RUPS mengenai prospek dari sektor usaha perusahaan itu. Jawaban dari direksi bisa dijadikan referensi investor dalam menentukan sikap, apakah menjual atau menambah portofolionya di saham itu.

"Tanya apapun ke mereka pasti dijawab, saat RUPS semua bisa bertanya," terang Riska.


Kerugian
1. Capital Loss
Riska menyatakan jika investor untung dari selisih antara harga beli dan jual saham, maka investor juga harus siap untuk rugi ketika harga jual lebih rendah dari harga beli. Hal itu biasanya disebut dengan capital loss.

"Ketika sudah siap untung dari sisi kenaikan harga, ya harus siap jika ada selisih kurang harga atau harga saham turun," ucap Riska.

Sebagai gambaran, bila investor membeli saham PGN pada 28 Desember 2020 di level Rp1.770 per saham, lalu menjualnya pada 4 Januari 2021, maka investor akan merugi sebesar 12,99 persen. Sebab, harga saham PGN pada 4 Januari 2021 terkoreksi ke level Rp1.540 per saham.

2. Emiten Rugi
Lalu, investor juga harus ikhlas jika tak mendapatkan dividen dalam satu tahun penuh. Sebab, tak semua emiten akan memberikan dividen.

Dividen hanya akan diberikan jika perusahaan untung. Kalau perusahaan merugi, maka tak ada pembagian dividen untuk pemegang saham.

"Dividen emiten, kalau ternyata emiten rugi, pemegang saham tidak akan dapat dividen," kata Riska.

3. Delisting
Sementara, Bernadus menyatakan investor akan merugi jika memiliki saham di emiten yang keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting. Uang investor bisa jadi tak bisa ditarik lagi.

"Uang tidak bisa dikeluarkan lagi jika perusahaannya bangkrut. Ini kalau delisting, perusahaannya ada masalah," ucap Bernadus.

Ia menyatakan tak ada kewajiban dari regulator, baik BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengembalikan dana investor. Hal ini karena semua sudah diserahkan ke pasar.

Sementara, Riska menambahkan beberapa emiten biasanya memanggil pemegang saham ketika akan delisting. Manajemen akan bertanya kepada investor apakah masih mau menjadi investor meski perusahaan sudah bukan perusahaan publik yang tercatat di BEI.

"Nanti ada RUPS perusahaan, manajemen bertanya ini bagaimana mau tetap jadi pemegang saham tidak, atau ada pilihan buyback," tutur Riska.

Buyback artinya pembelian saham kembali oleh perusahaan. Artinya, seluruh saham yang ada di publik dibeli kembali oleh perusahaan.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Dua Mahasiswa Universitas Narotama Meraih Prestasi pada Masa Pandemi Dua Mahasiswa Universitas Narotama Meraih Prestasi pada Masa Pandemi

06 Maret 2021, 11:55:52

Masa pandemi Covid-19 tidak menjadi kendala bagi dua mahasiswa Universitas Narotama (UN) Surabaya ini untuk mengukir prestasi. Mereka tetap beraktivitas dan berkompetisi sehingga mampu meraih juara untuk bidang masing-masing. Lutfi Putra Hakim Maulidin, mahasiswa KIP - Kuliah Universitas Narotama Tahun 2020 yang tergabung di Grup Banjari At Tibyan berhasil memperoleh Juara Harapan 2 Tingkatan Umum Nasional yang diselenggarakan oleh PERMAKA ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jumlah Crazy Rich RI Berpotensi Kalahkan Taipan China
06 Maret 2021, 09:00:00

Jumlah Crazy Rich RI Berpotensi Kalahkan Taipan China Jakarta -- Jumlah ”crazy rich“ Indonesia diproyeksikan bakal melampaui taipan China berkat peluncuran vaksin Covid-19. Berdasar laporan kekayaan dari Knight Frank, perusahaan konsultan berbasis di London, ekonomi Indonesia diperkirakan bakal .....