go green
Recent Issues

Satu Anak Tewas Tenggelam di Lubang Galian Tambang Samarinda

Satu Anak Tewas Tenggelam di Lubang Galian Tambang Samarinda

11 Juni 2019, 09:00:05

Jakarta -- Seorang anak bernama Natasya Aprelia Dewi (12), di Kota Samarinda, Kalimantan Timur tewas setelah ditemukan tenggelam di lubang bekas galian tambang batubara, di dekat tempat tinggalnya di Kecamatan Palaran, Samarinda, pada peristiwa Rabu dini hari (29/5).

Natasya merupakan siswa kelas IV SD di Simpang Pasir, Palaran, Samarinda. Ia disebutkan tenggelam di bekas galian tambang batu bara, saat bermain dengan teman- temannya usai makan sahur.

Kapolsek Palaran Komisaris Raden Sigit Satrio Hutomo mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian saat itu korban bermain bersama temannya, di pinggir kolam bekas tambang batubara di Jalan Kebon Agung, Simpang Pasir, Palaran.

"Saat bermain dengan teman- temanya, Korban terpeleset, dan akhirnya jatuh ke dalam kolam," kata Sigit seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/5).

Sigit mengatakan korban sempat mendapatkan pertolongan dari warga sekitar dan berhasil diselamatkan dari kolam tersebut.

"Namun ketika dibawa ke rumah sakit korban menghembus nafas terakhirnya," kata dia.

Supari, warga sekitar, menyatakan kolam besar di dekat pemukiman mereka tersebut merupakan bekas galian tambang perusahaan yang sudah tidak beroperasi lagi.

"Sebelumnya sudah sempat ada inisiatif dari warga untuk menutup lubang tersebut, namun belum sempat terealisasi sudah ada korban," jelasnya.

Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Provinsi Kalimantan Timur, Pradarma Rupang menyesalkan kejadian tersebut. Oleh karena itu, Pradarma mendesak penegak hukum dan pemerintah segera turun tangan.

"Ini sudah korban kesekian kalinya anak meninggal di lubang tambang, kami berharap pemerintah provinsi bersikap tegas terhadap para pengusaha batu bara, jangan sampai kejadian ini terulang lagi," kata dia.

Diketahui Natasya merupakan korban ke-34 anak meninggal di kolam bekas tambang. Korban ke 33 sebelumnya, terjadi April 2019 lalu, di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
UNNAR dan PPNS Mengadakan MoU UNNAR dan PPNS Mengadakan MoU

20 Januari 2020, 02:29:41

Didasari oleh keinginan bersama untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan bangsa dan negara, Universitas Narotama (UNNAR) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding / MoU). MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UNNAR Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dan Direktur PPNS Ir. Eko Julianto, M.Sc., FRINA pada Kamis, 16 Januari 2020, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News