go green
Recent Issues

Huawei Lawan Balik Amerika Serikat

Huawei Lawan Balik Amerika Serikat

10 Juni 2019, 09:00:16

Huawei melawan balik serangan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaannya. Perusahaan asal Chinaitu mengajukan mosi keberatan terhadap amar pertimbangan pengadilan dalam upaya menentang pemberlakuan Pasal 889 Undang Undang Keamanan Nasional (NDAA) 2019 AS yang dianggap merugikan.

Perusahaan itu juga mengajak pemerintah AS untuk menghentikan sanksi yang dibebankan terhadap Huawei terkait keamanan siber pada perangkatnya.
"Pelarangan terhadap Huawei dengan alasan keamanan siber tidak menjadi jaminan bahwa jaringan telekomunikasi AS akan lebih aman. Upaya tersebut tidak tepat dan menggiring opini yang tidak tepat terkait tantangan keamanan siber bersama yang kita hadapi saat ini," kata Chief Legal Officer Huawei, Song Liuping dalam jumpa pers di Shenzhen, Rabu (29/5).

Selain itu, Song menganggap saat ini Huawei digempur oleh politisi AS yang memanfaatkan sumber daya satu negara untuk menghantam satu perusahaan.
"Hal ini tidak normal, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam catatan sejarah," tuntutnya.
"Pemerintah AS tak dapat menunjukkan bukti yang menunjukkan Huawei sebagai ancaman keamanan. Tidak ada senapan, tentu tidak akan muncul api. Benar-benar seperti tembakan penuh spekulasi," kata Song.
Dalam mosi keberatannya, Huawei juga tidak setuju atas pasal 889 NDAA 2019. Sebab dalam aturan itu disebut secara spesifik kalau pihak ketiga yang menggunakan perangkat atau jasa Huawei juga diblokir oleh AS. Negara itu tidak hanya melarang lembaga pemerintah AS untuk membeli perangkat dan jasa dari Huawei.
Song juga menyinggung soal penyertaan Huawei dalam "Entity List" oleh Kementerian Perdagangan AS (US Commerce Department) dua pekan lalu. "Hal tersebut merupakan preseden berbahaya. Hari ini industri telekomunikasi dan Huawei yang menjadi korban. Bukan tidak mungkin jika besok industri lain, perusahaan lain, dan konsumen yang terdampak," katanya.
"Sistem peradilan adalah basis pertahanan terakhir untuk menuntut keadilan. Huawei percaya dengan independensi dan integritas system peradilan di AS. Kami berhadapan dengan kesalahan yang termuat dalam NDAA dapat diluruskan di pengadilan," kata Song.

Penasihat Hukum Huawei untuk kasus ini Glen Nager juga menambahkan pasal 889 NDAA bertentangan dengan prinsip "Bill of Attainder, Due Process, dan Vesting Clauses" yang tercantum dalam konsitusi negara AS.
Kasus ini dipandang sebagai kasus hukum murni yang ditandai dengan tidak adanya fakta, sehingga menguatkan alasan untuk percepatan mosi pembelaan terhadap dakwaan pemerintah tersebut.
Huawei yakin bahwa tekanan terhadap Huawei tidak serta merta menjadikan jaringan lebih aman dan Huawei berharap pemerintah AS mengambil langkah yang tepat serta menjalankan kebijakan yang jujur dan efektif guna menciptakan keamanan siber bagi semua orang, jika memang tujuannya adalah soal keamanan.
Selaras dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pengadilan, bahwa sidang dengar pendapat terkait mosi yang dilayangkan akan berlangsung pada 19 September 2019.


Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019 Tiga Mahasiswa UNNAR Perkuat Futsal Putra Surabaya Juara Porprov Jatim 2019

20 Juli 2019, 04:17:58

Tiga mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) berperan besar buat tim futsal putra Surabaya menuju babak final untuk merebut medali emas Porprov Jatim VI 2019. Pada laga final, Surabaya menang 4-1 atas Kota Malang di Gajah Futsal Tuban, Sabtu (13/7/2019). Mereka adalah Bagas Arya Siswantoro (prodi Ilmu Hukum), Alfredo Sony Febryan (prodi Manajemen), dan Fernanda Dhanny Geraldine (prodi Manajemen). Futsal putra Surabaya ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk
22 Juli 2019, 09:00:03

Dua Pembobol Kantor Partai Berkarya Dibekuk Surabaya -- Polisi meringkus dua orang yang diduga melakukan pembobolan dan pencurian kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai BerkaryaKota Surabaya, di Jalan Kutisari, Surabaya. Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tenggilis Mejoyo .....

Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dibuka Sampai 9 Agustus 2019
22 Juli 2019, 09:00:03

Beasiswa Unggulan Kemendikbud Dibuka Sampai 9 Agustus 2019 Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran beasiswa unggulan Kemendikbud mulai 17 Juli hingga 9 Agustus 2019. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemendikbud, Suharti mengatakan beasiswa .....

OJK Sebut 46 Fintech Masuk Uji Izin Operasi
22 Juli 2019, 09:00:03

OJK Sebut 46 Fintech Masuk Uji Izin Operasi Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memproses 46 perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk masuk uji regulatory sandbox dalam rangka pemberian izin operasi. Sejumlah perusahaan fintech ini berasal dari berbagai .....

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal
21 Juli 2019, 09:00:10

Tokopedia Akui Sulit Kontrol Peredaran Ponsel Ilegal

Tokopedia mengakui kesulitan untuk mengontrol peredaran produk ilegal, khususnya ponsel ilegal. Pasalnya, platform Tokopedia bersifat user generated content (UGC) alias para penggunalah yang mengunggah konten. Head of Category Browse .....