go green
Recent Issues

Inggris Temukan 30 Kasus Pembekuan Darah Akibat AstraZeneca

Inggris Temukan 30 Kasus Pembekuan Darah Akibat AstraZeneca

05 April 2021, 09:00:00

Jakarta -- Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) mengatakan telah mengidentifikasi 30 kasus pembekuan darah langka setelah penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Pada Kamis (1/4), MHRA mengatakan telah mendapat 22 laporan kasus trombosis sinus vena serebral, penyakit pembekuan otak yang sangat langka. MHRA juga menemukan delapan kasus pembekuan lain terkait trombosit darah rendah dari total 18,1 juta dosis AstraZeneca yang telah diberikan ke warga Inggris.

Kepada Financial Times dan The Guardian, MHRA mengatakan bahwa tujuh penerima vaksin AstraZeneca meninggal dunia setelah melaporkan efek samping pembekuan darah.

Sebelumnya, MHRA hanya melaporkan lima kasus pembekuan darah selama penggunaan vaksin hasil kolaborasi dengan Universitas Oxford tersebut.

Reuters hingga kini belum bisa mengonfirmasi hal itu kepada MHRA.

Namun, MHRA sejauh ini telah menerapkan skema kartu kuning untuk mendeteksi efek samping yang dicurigai terkait penggunaan vaksin AstraZeneca atau faktor lain yakni obat-obatan dan peralatan medis lainnya.

Pernyataan MHRA itu muncul ketika keraguan atas keamanan vaksin AstraZeneca meningkat. Setidaknya lebih dari selusin negara, terutama di Eropa, menghentikan penggunaan AstaZeneca setelah muncul kasus pembekuan darah yang dialami para penerimanya. Beberapa kasus tersebut bahkan mengakibatkan penerima vaksin meninggal dunia.

Indonesia juga sempat menunda penggunaan vaksin AstraZeneca. Namun, tak lama memberikan lampu hijau untuk mulai menggunakan vaksin asal Inggris tersebut.

Terlepas dari efek samping AstraZeneca, MHRA dan European Medicines Agency (EMA) menganggap vaksin tersebut masih aman digunakan. Kedua regulator pengawas obat itu menganggap belum ada bukti bahwa efek samping pembekuan darah disebabkan oleh suntikan vaksin AstraZeneca.

MHRA dan EMA masih menganggap manfaat vaksin AstraZeneca jauh lebih besar daripada risikonya, mengingat ancaman yang ditimbulkan oleh Covid-19. Kendati demikian, EMA mengatakan, kasus pembekuan darah ini akan terus diselidiki.

Selain AstaZeneca, Inggris juga menggunakan vaksin corona Pfizer/BioNTech dalam program vaksinasi nasionalnya. Sejauh ini, MHRA mengatakan tidak menerima laporan pembekuan darah dari para penerima vaksin asal perusahaan farmasi Amerika Serikat itu.

Sumber cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer Mengadakan Buka Bersama Anak Yatim Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer Mengadakan Buka Bersama Anak Yatim

10 Mei 2021, 12:29:41

Selain aktivitas beribadah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, bulan Ramadhan juga merupakan momen memperbaiki hubungan dengan sesama umat manusia. Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UN) Surabaya mengadakan acara “Buka Bersama Keluarga Fasilkom & Anak Yatim' pada hari Rabu, 5 Mei 2021, di Asrama Yatim Mizan Amanah, Tenggilis Mejoyo. Buka puasa bersama tersebut diikuti 18 mahasiswa ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kemenkes Janji Mandek Insentif Nakes Wisma Atlet Cair Besok
11 Mei 2021, 09:00:00

Kemenkes Janji Mandek Insentif Nakes Wisma Atlet Cair Besok Jakarta -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pembayaran tunggakan insentif Desember 2020 terhadap para relawan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet akan dibayarkan paling lambat besok. Sekretaris Badan .....

Mobil Robot Pengantar Pizza Mulai Berkeliaran di AS
11 Mei 2021, 09:00:00

Mobil Robot Pengantar Pizza Mulai Berkeliaran di AS Jakarta -- Kendaraan kemudi otomatis tidak hanya dimanfaatkan untuk penumpang. Kali ini restoran pizza Dominos meluncurkan layanan pengiriman pizza menggunakan mobil robot kepada pelanggan terpilihnya di Houston, Amerika Serikat. Robot yang .....