go green
Recent Issues

India Kembali Blokir Aplikasi China, Total 200 Lebih Aplikasi

India Kembali Blokir Aplikasi China, Total 200 Lebih Aplikasi

30 November 2020, 09:00:00

Jakarta,India kembali blokir 43 aplikasi yang berasal dari China, salah satunya aplikasi e-Commerce AliExpress milik raksasa e-commerce Alibaba Group. Blokir ini menyusul konflik kedua negara beberapa waktu lalu.

Selain AliExpress, situs streaming Taobao Live, dan aplikasi tempat pencari kerja DingTalk juga masuk daftar aplikasi yang diblokir.

"Tindakan ini diambil berdasarkan masukan terkait aplikasi ini untuk terlibat dalam aktivitas yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum," kata Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN, Kamis (26/11).

Dalam tanggapannya, Kedutaan Besar China mengatakan Beijing selalu mewajibkan perusahaan China yang beroperasi di luar negeri untuk mematuhi aturan internasional dan mematuhi hukum setempat.

Pejabat India sekarang telah melarang lebih dari 200 aplikasi termasuk platform video TikTok yang sangat populer dalam lima bulan terakhir.

Hubungan antara India dan China telah renggang sejak bentrokan di perbatasan pada bulan Juni 2020.

Sebelumnya, India meminta seluruh personel tentara angkatan darat mereka untuk menghapus 89 aplikasi di ponsel, termasuk PUBG, Facebook, Instagram, Reddit, dan Tinder.

Pelarangan ini dilakukan dengan dalih masalah keamanan siber. Daftar 89 aplikasi ini termasuk 59 aplikasi asal China yang dilarang pemerintah India pada minggu lalu.

Personel Angkatan Darat India diberikan batas waktu hingga 15 Juli untuk menghapus 89 aplikasi tersebut. Seorang tentara mengatakan langkah ini diambil untuk mencegah operasi lembaga intelijen dari China dari Pakistan.

Sebelumnya, pada Januari lalu, Angkatan Laut India melarang penggunaan ponsel pintar dan aplikasi media sosial di pangkalan dan kapal Angkatan Laut.

Kebijakan ini muncul setelah insiden tahun lalu yang melibatkan kelompok NSO yang berbasis di Israel yang mengeksploitasi kerentanan di WhatsApp untuk pengintaian.

Tak hanya itu Angkatan Darat juga melarang pejabat militer untuk menggunakan Facebook dan WhatsApp. Itu juga meminta pejabat lain untuk tidak membahas hal-hal sensitif pada aplikasi pesan lainnya.




sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB Dosen Universitas Narotama Raih Gelar Doktor Teknik Sipil UB

20 Januari 2021, 17:59:26

Ir. Adi Prawito, MM, MT, dosen Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama (UN) berhasil meraih gelar doktor. Adi Prawito lulus dengan predikat Sangat Memuaskan setelah menjalani ujian terbuka pada Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu 20 Januari 2020. Disertasi yang ditulis Adi Prawito untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar doktor berjudul “Modifikasi MPM untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang
17 Januari 2021, 09:00:00

Tip Agar Tak Tertipu Penipuan Lelang Jakarta -- Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tak tertipu dengan penipuan lelang. Sebab, sejauh ini masih ada beberapa modus penipuan lelang yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. Direktur .....

2 Kandidat CEO Ferrari Usai Louis Camileri Mundur
16 Desember 2020, 09:00:00

2 Kandidat CEO Ferrari Usai Louis Camileri Mundur Jakarta, Apple Luca Maestri dan mantan kepala desainer Apple Jony Ive dikabarkan menjadi dua kandidat untuk mengisi jabatan kosong CEO Ferrari yang ditinggalkan Louis Camileri. Camileri mendapatkan jabatan itu pada 2018 .....

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional
10 Januari 2021, 09:00:02

139 Ribu Sekolah Ikut Simulasi Asesmen Nasional Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklaim siap melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi skala besar. "139 ribu [sekolah] ini .....