go green
Recent Issues

Kemendag Bidik Ekspor Teh, Kopi dan Kakao ke Inggris

Kemendag Bidik Ekspor Teh, Kopi dan Kakao ke Inggris

24 Februari 2021, 09:00:00

Jakarta -- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri melihat potensi ekspor teh, kopi, dan kakao ke Inggris pascabrexit (post-brexit). Terutama, setelah lockdown dihapuskan nantinya.

Bercermin dari data tahun lalu, terjadi kenaikan sebesar 6,24 persen untuk ekspor kopi, teh, dan rempah Indonesia secara global, yakni dari US$1,62 miliar menjadi US$1,72 miliar.

Walau konsumsi ketiga komoditas tersebut tinggi di Inggris, namun sayangnya Indonesia belum mampu menjadi eksportir yang menjanjikan.

Dari total ekspor andalan Indonesia ke Inggris, kopi hanya berkontribusi sebesar 3,1 persen dari total ekspor. Lalu teh hanya 0,09 persen dan kakao cuma 0,0004 persen.

"Ketiga produk yang dibahas ini merupakan tren selama corona, jadi sektor yang mengalami peningkatan. Oleh karena itu, khusus para pelaku usaha bisa memanfaatkan pasar London," katanya pada webinar bertajuk Strategi Peningkatan Perdagangan Produk Kopi, Teh, dan Kakao ke Pasar Inggris pada Kamis (18/2).

Untuk kopi, Indonesia pada 2019 hanya mampu merebut 2,45 persen dari total kopi yang diekspor dunia ke Inggris atau setara US$25,86 juta. Jauh dari Vietnam yang memiliki 10,91 persen pangsa kopi Inggris dan menduduki peringat ke empat, Indonesia berada di posisi 11.

Sementara untuk teh, Indonesia hanya menduduki posisi ke-20 dengan nilai ekspor sebesar US$1,88 juta atau 0,53 persen dari total pemasok teh ke Inggris.

Kasan menyebut salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah belum adanya perjanjian dagang (trade deals) kedua negara. Hal ini berbeda dengan Vietnam yang sudah memiliki perjanjian dagang dengan Inggris sejak 31 Desember 2020.

"Akan ada pelonggaran lockdown yang akan jadi kesempatan bagi teman-teman pelaku usaha," pungkasnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Lima Program Studi (S1) Universitas Narotama Terima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM Lima Program Studi (S1) Universitas Narotama Terima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM

16 April 2021, 17:05:30

Lima Program Studi (S1) Universitas Narotama (UN) Surabaya menerima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini berdasarkan surat Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor: 1575/E2/DM.00.01/2021 tanggal 15 April 2021 tentang Pengumuman Penerima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Lima Program Studi (Prodi) tersebut ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek
13 April 2021, 09:00:00

Jokowi Cuma Butuh 10 Hari Dapat Restu DPR Lebur Kemenristek Jakarta -- Presiden Joko Widodo cuma butuh waktu 10 hari untuk mendapat restu DPR RI melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Jokowi mengajukan penghapusan Kemenristek .....

Toyota Indonesia Pastikan Produksi Mobil Hybrid Mulai 2022
16 April 2021, 09:00:00

Toyota Indonesia Pastikan Produksi Mobil Hybrid Mulai 2022 Jakarta -- Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyampaikan pihaknya telah siap memproduksi mobil hybrid di Tanah Air tahun depan. Hal itu disampaikan Warih dalam perayaan 50 .....