go green
Universitas Narotama Peduli

LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19


Ka.LPPM

Dr. Ir. Sri Wiwoho Mudjanarko ST., MT., IPM.
Direktur Kemahasiswaan

Andi Pontjo Wiyono, SH.,MH

Recent Issues

Bank Dunia Ramal Laju Ekonomi Dunia 2,5 Persen pada 2020

Bank Dunia Ramal Laju Ekonomi Dunia 2,5 Persen pada 2020

12 Januari 2020, 09:00:04

Jakarta -- Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan tumbuh 2,5 persen pada 2020. Proyeksi ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 2,7 persen yang dikeluarkan pada pertengahan tahun lalu.

Namun, proyeksi itu menandakan ada sedikit perbaikan ekonomi dunia. Sebab, Bank Dunia turut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 dari 2,6 persen menjadi 2,4 persen.

Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects , Wakil Presiden Bank Dunia Bidang Pertumbuhan, Keuangan, dan Institusi Ceyla Pazarbasioglu menyatakan proyeksi itu muncul dari akumulasi ramalan kondisi ekonomi negara-negara maju yang diperkirakan turun menjadi 1,4 persen pada 2020. Sementara negara-negara berkembang justru meningkat menjadi 4,1 persen.

"Ekonomi global diperkirakan naik tipis menjadi 2,5 persen pada 2020 karena investasi dan perdagangan secara bertahap pulih dari kelemahan signifikan tahun lalu, tetapi risiko menurun masih ada," ungkapnya, dikutip Kamis (9/1).

Bank Dunia merinci kontribusi perlambatan ekonomi negara-negara maju berasal dari menurunnya prospek ekonomi Amerika Serikat menjadi 1,8 persen pada tahun ini. Lembaga internasional itu menyatakan penurunan terjadi karena ketidakpastian masih menyelimuti Negeri Paman Sam.

"Ini mencerminkan dampak negatif dari kenaikan tarif sebelumnya (kebijakan perang dagang terhadap China)," terangnya.

Kemudian, prospek ekonomi negara-negara kawasan Euro juga turun menjadi 1 persen pada 2020. Pemicunya adalah pelemahan aktivitas industri di Benua Biru.

Sementara dari kawasan negara berkembang, Bank Dunia menggarisbawahi, meski ada peluang pertumbuhan ekonomi yang positif, namun hal ini tidak terjadi serempak di semua negara. Artinya, hanya ada beberapa negara di kawasan berkembang yang menikmati pertumbuhan baik, sementara ada pula yang masih cukup sulit.

Proyeksinya, perekonomian sekitar sepertiga dari pasar dan ekonomi negara berkembang akan melambat. Hal ini terjadi karena kinerja ekspor dan investasi yang lemah .

Untuk itu, ia melihat para pemimpin negara berkembang perlu segera mengambil kebijakan yang berdampak pada reformasi struktural, mendorong pertumbuhan, dan mengurangi kemiskinan.

"Langkah-langkah untuk meningkatkan iklim bisnis, supremasi hukum, pengelolaan utang, dan produktivitas dapat membantu mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan," terangnya.

Lebih lanjut, menurut Bank Dunia, penurunan prospek ekonomi global tetap ada, meski perkiraannya sedikit lebih baik dari tahun lalu. Bila prospek turun, maka risiko bisa meningkat.

Mulai dari ketidakpastian kebijakan di bidang perdagangan, penurunan ekonomi yang lebih tajam di beberapa negara maju, hingga gejolak keuangan di pasar negara berkembang.

Bank Dunia melihat risiko-risiko ini bisa tetap terjadi sekalipun ada peluang perbaikan laju ekonomi dari para negara berkembang. Pasalnya, pertumbuhan per kapita diperkirakan akan jauh di bawah rata-rata jangka panjang dan jauh di bawah level yang diperlukan untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan.

"Suku bunga global yang rendah hanya memberikan perlindungan genting terhadap krisis keuangan. Sejarah gelombang akumulasi utang masa lalu menunjukkan bahwa gelombang ini cenderung memiliki akhir yang tidak bahagia," kata Direktur Bank Dunia Bidang Prospek Ekonomi Ayhan Kose.

Untuk itu, menurutnya, para pemerintah negara-negara di dunia perlu melakukan perbaikan kebijakan demi meminimalisir risiko dari bahaya gelombang utang. Terlebih, kondisi ekonomi juga belum sepenuhnya mendukung.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Galang Bantuan APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19 Universitas Narotama Galang Bantuan  APD Untuk Petugas Medis Lawan COVID-19

27 Maret 2020, 12:43:35

Masih kurangnya perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para petugas medis yang berada pada garda terdepan melawan virus COVID-19, sivitas akademika Universitas Narotama bergerak dengan memberikan bantuan paket uang dan APD yang akan didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Donasi bantuan uang dapat ditranfer melalui Bank BNI No. Rek. 5420021981 a.n. LPPM Universitas Narotama. Bantuan APD ( kaca mata pelindung, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona
31 Maret 2020, 09:00:17

Karyawan Otomotif di Indonesia Mulai WFH Imbas Corona JakartaSejumlah perusahaan otomotif di Indonesia mulai memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19). Salah satu perusahaan, Astra Daihatsu Motor (ADM), .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....