go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Usut Kejanggalan Kematian Lina, Ponsel Teddy Diperiksa Polisi

Usut Kejanggalan Kematian Lina, Ponsel Teddy Diperiksa Polisi

12 Januari 2020, 09:00:04

Jakarta -- Teddy Pardiyana mendatangi Mapolrestabes Bandung, Kamis (9/1) malam. Kedatangan Teddy berselang beberapa jam setelah penyidik Polrestabes dan Tim Inafis melakukan autopsi terhadap istri Teddy, Lina Jubaedah.

Suami mendiang Lina itu datang ke gedung Satreskrim Polrestabes Bandung sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut Teddy, kedatangannya ke Mapolrestabes untuk memberikan keterangan tambahan terkait laporan putra sulung Lina, Rizky Febian atas dugaan kejanggalan kematian Lina. Teddy sebelumnya sudah dimintai keterangan penyidik di rumahnya Rabu (8/1).

"Kemarin ditanya di rumah, ada beberapa pertanyaan banyak. Pertama di sana (rumah) sekarang di sini (mapolrestabes). Tadi cuma dicek dari HP saja untuk keperluan tim IT kepolisian," kata Teddy.

Pada olah TKP Rabu kemarin, penyidik membawa telepon pintar Lina. Lalu kali ini giliran ponsel Teddy yang ikut diperiksa.

"HP saya juga diambil oleh tim IT untuk dicek info dan data di dalamnya," ujarnya.

Selain dirinya, Teddy mengatakan anak Sule, Putri Delina juga datang untuk dimintai keterangan.

"Di sini ada saya, Pak Ecet, teh Putri sama Kang Aris," ujarnya.

Rencananya, Teddy akan dipanggil lagi untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) pada Jumat (10/1).

"Mungkin besok ada jumpa lagi di BAP atau ditanya bagaimana. Yang saya tahu pak polisinya juga sudah baik. Dari kemarin juga orang-orangnya belum istirahat, mereka kerja keras biar masalah cepat beres," ujarnya.

Kepolisian telah membongkar makam Lina pada Kamis pagi. Pembongkaran makam sendiri sebagai tindak lanjut kepolisian dari Polrestabes Bandung atas laporan Rizky Febian yang menduga ada kejanggalan di balik kematian ibunya Lina. Polisi membongkar makam untuk keperluan autopsi.

"Pemeriksaan luar dan dalam sekitar 3-4 jam di sini. Autopsinya juga di sini," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga ditemui usai autopsi.

Dokter forensik dari kepolisian dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung diterjunkan untuk proses autopsi.

"Pemeriksaan dilakukan luar dan dalam organ jenazah Lina, termasuk jantung," kata Saptono.

Setelah autopsi dilakukan, kata Saptono, dokter akan mengambil sampel untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium guna memastikan penyebab kematian.

"Proses di laboratorium ini paling lambat dua minggu," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya
09 April 2020, 09:00:01

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya JakartaJakarta, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi konferensi video Zoom memiliki masalah keamanan dan privasi. Menurutnya, perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut. Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....