go green
Recent Issues

Kisah Bripka Ahmad Sisihkan Gaji dan Hibahkan Tanah untuk Bangun SD di Sulbar

Kisah Bripka Ahmad Sisihkan Gaji dan Hibahkan Tanah untuk Bangun SD di Sulbar

14 Agustus 2019, 09:00:04

Aksi Bripka Ahmad Sauhi (47), anggota Bhabinkamtibmas di Polsek Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, ini patut diacungi jempol. Dia menyisihkan gajinya dan menghibahkan tanahnya untuk membangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

SDIT itu terletak di Desa Karossa. Setiap bulan, Ahmad menyisihkan Rp 1 juta dari gajinya untuk membangun sekolah nonformal untuk tempat menuntut ilmu anak-anak di tempatnya bertugas itu.
"Proses pembangunannya itu sifatnya spontanitas, dari gaji pokok sebesar Rp 3 juta, awalnya saya sisihkan Rp 1 juta saja untuk membeli bahan, dan alhamdulillah banyak yang mendukung hingga ikut berpartisipasi membantu proses pembangunan tersebut," kata Ahmad kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (13/08/2019).

Tidak hanya menyisihkan gaji, Ahmad juga menghibahkan tak tanah miliknya seluas 10 x 15 meter persegi seharga Rp 15 juta untuk lokasi pembangunan gedung sekolah yang dirintisnya. Dari situ, warga juga ikut membantu menghibahkan tanah.
"Alhamdulillah, sejak sekolah mulai dirintis, sudah ada beberapa warga yang ikut menghibahkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan sekolah di masa yang akan datang," jelasnya.

Gedung sekolah yang dibangun Ahmad itu berukuran 9 x 10 meter persegi yang terbagi dalam tiga ruangan. Bangunan itu menggunakan atap seng dan dinding dari kalsiboard.
"Awalnya kita melangsungkan proses belajar mengajar di kolong rumah warga, tapi syukur sekarang kita sudah memiliki gedung sekolah sendiri," ujarnya.
Untuk kelancaran proses belajar mengajar di SDIT, Ahmad tidak sendirian mengajar. Dia dibantu tiga orang guru lain. "Ada tiga orang lain yang mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar sukarela di sekolah ini," ucapnya.

Meski bernuansakan agama, para guru SDIT ini juga mengajarkan sejumlah mata pelajaran umum lainnya. Pelajaran-pelajaran itu diharapkan bisa meningkatkan pemahaman para murid di luar pendidikan yang didapatkan di sekolah formal.
Hal tersebut membuat banyak warga semakin tertarik untuk membawa anaknya ke SDIT ini. Murid pun semakin bertambah.
"Awalnya murid hanya ada empat orang saja, Alhamdulillah sekarang jumlah murid sudah mencapai 17 orang, apalagi kami tidak menentukan biaya penerimaan, tergantung keikhlasan para orang tua saja untuk memberikan biaya operasional," ujarnya.

Sudah setahun lamanya Ahmad ikut menjadi pengajar di sekolah yang dibangunnya itu. Ahmad memiliki tujuan tersendiri.
"Tujuannya satu, bagaimana sejak dini kita membentengi anak-anak sebagai generasi bangsa melalui peningkatan pendidikan akhlak, agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya negatif di tengah gempuran kemajuan teknologi," kata Ahmad Sauhi.




Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pemprov Jatim dan Universitas Narotama Menjalin Kerjasama Pemprov Jatim dan Universitas Narotama Menjalin Kerjasama

21 Februari 2020, 08:02:09

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Universitas Narotama menjalin kerjasama tentang pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan desa, serta pengembangan sumber daya manusia. Kerjasama tersebut dituangkan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Rektor Universitas Narotama Sri Wiwoho Mudjanarko di Gedung Negara Grahadi, Jumat (21/2/2020). Penandatanganan kerjasama ini berlangsung menjelang dilaksanakan “Rapat Kerja Percepatan Penyaluran ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Strategi Pemerintah Kembangkan AI Rampung Juli 2020
22 Februari 2020, 09:00:05

Strategi Pemerintah Kembangkan AI Rampung Juli 2020 Jakarta, Pemerintah akan merampungkan Strategi Nasional Pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada Juli 2020. Strategi ini diinisiasi oleh Kementerian Riset & Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ .....