go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Cermat Pilih Investasi Sesuai Unsur Shio di Tahun Tikus Logam

Cermat Pilih Investasi Sesuai Unsur Shio di Tahun Tikus Logam

28 Januari 2020, 09:00:57

Jakarta -- Tahun baru China resmi dimulai sejak hari ini, Sabtu (25/1). Berdasarkan kalender China, 2020 merupakan tahun shio tikus berunsur logam. Dari perhitungan kalender China, ketentuan shio dan unsur memiliki makna bagi perencanaan kehidupan ke depan. Termasuk untuk mencermati pemilihan investasi dan bisnis.

Ahli Fengshui Suhu Yo mengatakan tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan investasi dan bisnis skala kecil. Misalnya, Anda bisa lebih memprioritaskan pembelian rumah seharga Rp500 juta atau di bawah Rp1 miliar.

"Tahun ini karena shionya tikus, binatang kecil, maka cocoknya yang skala kecil, mau bisnis dan investasi cocoknya beli yang tipe kecil dan murah. Kecuali ini tahun naga, baru cocoknya beli yang besar," ujar Suhu Yo kepada CNNIndonesia.com.

Hal ini, katanya, berlaku pula pada kecenderungan investasi di bursa saham. Bila Anda ingin membeli saham sebuah perusahaan, maka pilihlah yang bernominal rendah per lembar sahamnya.

Sementara dari unsur, Suhu Yo mengatakan bidang investasi dan bisnis yang menguntungkan pada tahun ini adalah yang berunsur logam, api, dan tanah. Sebab, unsur-unsur ini cocok dengan unsur logam di tahun ini.

Investasi dan bisnis di unsur logam, misalnya perakitan mobil, konstruksi, dan yang berhubungan dengan besi.

"Logam dengan logam bisa cocok, syaratnya jangan terburu-buru, harus sabar, kalau tidak nanti merugi. Misalnya beli saham lebih baik ditunggu sampai beberapa tahun," ucapnya.

Unsur logam, katanya, juga cocok dengan api, misalnya bisnis di bidang minyak, gas, listrik, restoran, dan kuliner. Begitu pula dengan unsur tanah, seperti properti, perumahan, pertanian, dan hasil bumi.

Sedangkan unsur investasi dan bisnis yang kurang cocok untuk tahun ini adalah air dan kayu. Usaha di bidang air seperti perikanan, transportasi air, pabrik air minum, cuci mobil, laundry, hingga industri minuman.

"Logam dan air itu ciong (tidak cocok) jadi sebisa mungkin hindari saham-saham perusahaan berunsur air. Lalu, waspadai juga musibah air, seperti banjir, karena pada dasarnya air melemahkan logam, membuat logam karatan," jelasnya.

Investasi dan bisnis di unsur kayu misalnya hasil industri kayu dan kertas. Menurutnya, unsur ini tidak cukup bagus di tahun ini karena kalah dengan logam yang lebih keras.

Di sisi lain, merujuk pada instrumen investasi, Suhu Yo mengatakan Anda perlu melihat unsur pembentuk instrumen itu. Misalnya, bila ingin investasi di emas yang merupakan logam, maka perlu kesabaran sebelum benar-benar mencairkan hasil investasi.

Begitu pula dengan investasi di dolar AS lantaran berunsur kayu. Maka sebaiknya dihindari. Sementara untuk instrumen investasi berbentuk reksadana dan surat utang, sebenarnya masih bisa menguntungkan.

Hanya saja, Anda perlu melihat kapan masa jatuh temponya. Misalnya Anda berencana membeli reksadana untuk tenor satu sampai dua tahun, itu masih menguntungkan.

"Asal jangan cairkan ketika tahun berekor 8 karena buruk, biasanya justru anjlok. Misalnya, 1998, 2008, 2018, itu rentang ekonomi melemah, jadi sebisa mungkin dihindari," terangnya.

Begitu pula untuk surat utang, sambungnya, perhatikanlah masa jatuh temponya. Misalnya, beli pada 2020 dengan tenor 10 tahun, maka akan cair pada 2030.

"Tahun 2030 berakhiran 0, itu menandakan tahun logam lagi, maka cukup pas untuk mencairkan. Asal jangan cair pada tahun berakhiran 2 dan 3, misalnya 2022 dan 2023 karena itu penanda tahun unsur air yang tidak cocok dengan logam," ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun berakhiran angka 0-1 merupakan tahun berunsur logam. Angka 2-3 berunsur air, 4-5 kayu, 6-7 api, dan 8-9 tanah.

Di luar perhitungan shio dan unsur, Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan strategi berinvestasi juga akan bergantung pada pengalaman Anda. Misalnya, bila masih terbilang baru, maka cobalah instrumen investasi yang minim risiko.

Contohnya, reksa dana pendapatan tetap dan emas yang cenderung konservatif. Sementara bila Anda sudah cukup mahir dan ingin tantangan lebih maka tidak ada salahnya mencoba instrumen yang lebih berisiko.

"Bisa ke reksa dana saham maupun saham langsung. Tapi pertimbangkan juga prospek industri dari saham-saham perusahaan yang dituju," tuturnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19 Universitas Narotama Bantu Donasi IGD RS dr. Sutomo Surabaya Tangani Covid-19

02 April 2020, 09:24:40

Sivitas akademika Universitas Narotama (UN) terus bergerak dalam upaya membantu mereka yang berada di garda terdepan penanganan pasien Covid-19. Diwakili oleh Rektor dan Direktur Kemahasiswaan & Alumni Universitas Narotama, bantuan tersebut disalurkan secara langsung pada IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Rabu (1-4-2020). Kepala IGD Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, dr. I.G.B. Adria Hariastawa, Sp.BA menyampaikan rasa terima ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia
02 April 2020, 09:00:01

Kucing dan Anjing Bisa Tertular Covid-19 dari Manusia JakartaPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hewan bisa tertular virus corona SARS-CoV-2 dari manusia yang terkena penyakit Covid-19. Hal ini diungkap peneliti LIPI Sugiyono Saputra atas kasus penularan Covid-19 terhadap .....

Program Satu Keluarga Satu Sarjana
19 Maret 2020, 09:00:01

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Jakarta Menteri Agama Fachrul Razi mengaku tengah merancang sebuah gerakan program pendidikan agar anak-anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi dan mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap minimal ada satu .....