go green
Universitas Narotama Peduli
LPPM Universitas Narotama Bekerjasama dengan Kemahasiswaan Universitas Narotama menyelenggarakan DONASI untuk merespon semakin merebaknya penyebaran Virus Covid-19

Ka.LPPM Direktur Kemahasiswaan
Dokumentasi :

Recent Issues

Uang yang Terbakar karena Kebakaran Hutan di Australia Bisa Ditukar ke Bank

Uang yang Terbakar karena Kebakaran Hutan di Australia Bisa Ditukar ke Bank

16 Januari 2020, 09:00:00

Warga Australia yang memiliki uang tunai yang terbakar saat kebakaran hutan terjadi, diminta untuk mendatangi bank setempat atau pusat evakuasi kebakaran untuk menukarkan uang mereka.
Sejauh ini kebakaran hutan telah menghancurkan lebih dari seribu rumah.
Bank Sentral Australia bersiap-siap menerima permintaan kompensasi penukaran uang kertas yang rusak.
Salah seorang wakil Gubernur Bank Sentral Australia, Lindsay Boulton mengatakan kepada ABC News kemungkinan akan banyak warga yang meminta kompensasi, mengingat parahnya kebakaran tahun ini. "Melihat skala dan besarnya kebakaran dalam beberapa pekan terakhir kami memperkirakan tingginya angka penukaran uang kertas yang terbakar," kata Lindsay. "Jumlah properti yang rusak dalam kebakaran kali ini lebih tinggi, dibandingkan kejadian serupa di tahun 2009. Jadi bisa saja permintaan kompensasi akan lebih tingi."
Namun di saat yang sama, seiring lebih banyak warga Australia yang menggunakan transaksi elektronik selama 10 tahun terakhir, bisa saja semakin sedikit warga yang menyimpang uang tunai di rumahnya. "Warga tidak lagi menggunakan banyak uang tunai seperti 10 tahun lalu, sehingga bisa juga akan lebih sedikit."
Para ekonom memperkirakan kerugian karena kebakaran hutan bisa mencapai miliaran dolar, dengan perkiraan mencapai AU$ 20 miliar, kurang dari Rp 20 triliun.
Lindsay mengatakan warga Australia yang masih memiliki uang kertas yang terbakar bisa mengajukan permintaan kompensasi segera, walau proses penggantian bisa memakan waktu beberapa bulan.
"Cara paling gampang adalah membawa sisa uang itu, dalam bentuk apapun, ke bank terdekat dan mengisi formulir mengenai siapa yang mengajukan," katanya.
Bank Sentral Australia mengatakan uang kertas yang rusak dalam kebakaran hutan akan dibayar penuh, kecuali kerusakan terjadi sebelum kebakaran.
"Uang tunai yang rusak sebelum kebakaran hanya akan diganti separuhnya," katanya.
Uang kertas yang rusak sebelum kebakaran semak hanya akan dibayar separuh dari nominal sebenarnya. (ABC News: Margaret Burin)
Misalnya uang yang rusak adalah uang kertas $20, Bank Sentral Australia hanya akan memberikan ganti $10.
"Bila yang rusak disebabkan kebakaran dan memang uang kertas yang asli, maka akan dibayar sepenuhnya."
Tahun 2019, Bank Sentral Australia membayar kompensasi hingga AU$ $4.2 juta, kurang dari Rp 42 miliar untuk penukaran uang kertas yang rusak.
Berdasarkan angka sebelumnya, penukaran uang setelah bencana berbeda-beda nilainya.
Menyusul bencana kebakaran di tahun 2009 yang dikenal dengan sebutan `Black Saturday`, Bank Sentral Australia hanya menerima 15 klaim untuk uang kertas yang rusak.
Namun dalam peristiwa Badai Topan Debbie di tahun 2017 dan menyebabkan banjir, Bank Sentral Australia membayar hampir Rp 33 miliar untuk 30 klaim.





Sumber: Detik.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif Fasilkom Universitas Narotama Luncurkan BELINDA & JUMINTEN, Solusi Pembelajaran Daring Interaktif

07 April 2020, 10:45:59

Pandemi COVID-19 telah mengubah pola pendidikan konvensional yang mendadak harus dilakukan berbasis dalam jaringan (daring = online). Beberapa sekolah mengalami kesulitan mengadopsi cara belajar daring dan melakukan pemantauan yang terekam secara rapi. Banyak siswa mengeluh dan menganggap belajar daring hanyalah tugas daring saja. Menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Narotama tergerak memberikan solusi dengan BELINDA & JUMINTEN sebagai ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya
09 April 2020, 09:00:01

Bos Zoom Berusaha Merebut Kembali Kepercayaan Penggunanya JakartaJakarta, Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan mengakui aplikasi konferensi video Zoom memiliki masalah keamanan dan privasi. Menurutnya, perusahaan tengah mengupayakan untuk mengatasi hal tersebut. Yuan mengatakan perusahaan telah menghentikan proyek .....

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan
07 April 2020, 09:00:00

Jokowi Kuak 3 Masalah Pendidikan yang Harus Dibereskan JakartaJakarta, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terdapat tiga permasalahan pendidikan yang harus segera diatasi di Indonesia. Ia menyatakan persoalan itu merujuk pada hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) .....