go green
Recent Issues

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme

22 September 2019, 09:00:01

Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial.

Koordinator Riset Penilaian Risiko Nasional untuk Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme PPATK Patrick Irawan mengatakan celah penyalahgunaan dana kemanusiaan terbilang besar lantaran sang donatur tidak pernah menanyakan transparansi penggunaan dana.

Ia mengatakan, sebagian besar pendonor menyumbang dana atas alasan simpati kemanusiaan sehingga dilakukan atas azas keikhlasan.

"Donasi ini bisa dilakukan lewat penggalangan dana langsung atau melalui media sosial, di sini kami melihat ada implikasi pendanaan untuk kegiatan terorisme," kata Patrick di Jakarta, Selasa (17/9).

Patrick mengatakan dana kemanusiaan yang disalahgunakan untuk terorisme biasanya digunakan untuk pembelian senjata dan bahan peledak, mobilitas anggota teror, pelatihan perang, santunan keluarga pelaku teror, hingga pengelolaan jaringan terorisme.

Ia juga mengatakan bahwa kota besar seperti Jakarta adalah lokasi potensial penggalangan dana tersebut mengingat populasinya yang besar.

Patrick berharap selain warga selaku donatur yang waspada, perbankan juga mestinya melakukan monitor terhadap pembukaan rekening yang mengatasnamakan penggalangan dana.

Sementara itu, Penyidik Detasemen Khusus 88 Polri Inspektur Polisi Satu Daniel mengatakan instansinya juga telah menemukan indikasi penggalangan dana terorisme melalui donasi di salah satu yayasan berbasis keagamaan. Yayasan tersebut disebutnya kerap mengiklankan donasinya di media sosial dan mencantumkan cara pengiriman uang ke tiga bank dalam negeri.

Hanya saja, ia enggan menyebut nama yayasan yang dimaksud lantaran masih dalam proses penyidikan.

"Tapi memang kami menemukan ada penggalangan dana untuk organisasi teror berkedok yayasan yang dibuat dengan tujuan sosial kemanusiaan," katanya.

Densus 88 mengaku masih menyisir yayasan lain yang diduga melakukan hal serupa. Namun, penyidikan itu terhalang beberapa hal. Misalnya soal belum ada regulasi yang khusus mengakomodasi penegakan hukum bagi lembaga non-profit. Selain itu penegak hukum harus hati-hati lantaran organisasi sosial sangat dekat dengan masyarakat.

Daniel mengatakan dalam catatan Densus 88 penggalangan dana dari lembaga nirlaba ini berpotensi tinggi terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump
15 Oktober 2019, 09:00:33

Menhan AS Janji Kooperatif di Penyelidikan Pemakzulan Trump Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper, berjanji akan bekerja sama dalam membantu penyelidikan dalam proses pemakzulan Presiden Donald Trump yang tengah dilakukan Kongres. Diduga hal ini berkaitan dengan sikap Trump yang sempat .....

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS
15 Oktober 2019, 09:00:00

Botika, Startup Chatbot Gantikan Peran CS

Botika merupakan perusahaan rintisan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memanfaatkan produk chatbot atau asisten chat pintar untuk menjawab pertanyaan. Botika ini diklaim dapat menggantikan peran Customer Service. Pendiri dan CEO Botika .....