go green
Recent Issues

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir

Iran Berhenti Jalankan Sebagian Kewajiban Pakta Nuklir

26 Mei 2019, 09:00:01

Pemerintah Iran menyatakan mulai hari ini berhenti menjalankan sebagian persyaratan yang harus dilaksanakan dalam pakta perjanjian penghentian program senjata nuklir pada 2015. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk protes atas tekanan Amerika Serikat yang menarik diri dari perjanjian itu pada Mei 2018 dan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (15/5), menurut sumber keputusan itu diberikan oleh Dewan Pertahanan Nasional Iran. Akan tetapi kebijakan ini belum disampaikan secara resmi.
Hal ini juga dampak ketegangan di kawasan Teluk yang meningkat karena AS mengirim armada tempur beserta kapal induk dan pesawat pembom jarak jauh ke Selat Hormuz. Hal ini membuat Iran terusik.

Iran menganggap langkah Amerika Serikat keliru dengan memutuskan mengirim armada kapal induk dan pesawat pembom nuklir jarak jauh B-52 ke Timur Tengah. Mereka menyatakan alasan yang digunakan dengan menyatakan Iran seolah-olah mengancam keberadaan pasukan AS dan sekutunya di kawasan itu tidak tepat.
AS juga pernah mengirim USS Abraham Lincoln ke kawasan Teluk, saat menyerbu Irak pada 2003 silam.Iran menyatakan tidak bersedia tunduk atas permintaan AS untuk menghentikan program pengembangan peluru kendali. Akan tetapi, diperkirakan perekonomian mereka akan kembali terpukul dengan penerapan sanksi pembelian minyak.

Presiden Iran, Hasan Rouhani, mengancam bakal melanjutkan pengayaan uranium jika pihak-pihak penandatangan kesepakatan nuklir pada 2015 lalu tak membela negara tersebut dari dera sanksi Amerika Serikat.
Dia melontarkan langsung ancaman tersebut kepada negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA itu, yakni Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia.

Perjanjian yang diteken pada 2015 lalu itu menyepakati bahwa negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran.
Sebagai balasan, Iran harus menyetop segala bentuk pengembangan senjata rudal dan nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.
Inggris, Prancis, Jerman, China, dan Rusia membujuk Iran untuk tetap mematuhi perjanjian itu. Mereka menyatakan tidak akan bersikap seperti AS, tetapi juga meminta Iran menghentikan keterlibatan mereka dalam sejumlah konflik di Timur Tengah. Yakni Suriah, Yaman, dan Palestina.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama Tangis Haru Warnai Yudisium Pertama PG PAUD Universitas Narotama

18 September 2019, 06:03:29

Masruroh menangis haru saat mendengarkan ucapan selamat dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Narotama (UNNAR), Andini Dwi Arumsari, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog saat penggelaran Yudisium, Sabtu (14/9/2019). Masruroh adalah peserta yudisium yang juga merupakan lulusan tertua dalam yudisium pertama Program Studi PG PAUD UNNAR. Semangatnya yang begitu besar untuk menyelesaikan studi, ia ungkapkan, adalah berkat Dekan dan jajaran dosen serta ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Pesawat Pengangkut Beras Hilang Kontak di Papua
19 September 2019, 09:00:00

Pesawat Pengangkut Beras Hilang Kontak di Papua Jakarta -- Pesawat terbang yang berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, dikabarkan hilang kontak saat melakukan penerbangan ke Bandara Aminggaru, Kabupaten Ilaga, Rabu (18/9). Pesawat yang berangkat pukul 10.39 WIT .....