go green
Recent Issues

Karena Erwiana, Hong Kong Sarankan TKI Diberi Pinjaman

 Karena Erwiana, Hong Kong Sarankan TKI Diberi Pinjaman

31 Januari 2014, 09:00:05

HONG KONG - Penyiksaan yang dialami oleh pekerja warga negara Indonesia (WNI) Erwiana Sulistyningsih di Hong Kong, memunculkan wacana perubahan dalam penerimaan pekerja migrandi kota tersebut. Hong Kong menyarankan agar WNI diberikan pinjaman lunak.

Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Matthew Cheung Kin-Chung mengungkapkan, pejabat dari Indonesia merespons positif mengenai saran, bahwa Pemerintah Indonesia akan memberikan pinjaman lunak untuk pekerja WNI yang berada di Hong Kong. Pinjaman akan diberikan kepada mereka yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Banyak pekerja rumah tangga -khususnya dari Indonesia- sudah dihadapkan atas biaya pelatihan dan angsuran untuk agen, sebelum mulai bekerja," ujar Cheung, seperti dikutip South China Morning Post, Senin (27/1/2014).

"Baru-baru ini saya berbicara dengan pejabat dari Indonesia menanyakan apakah mereka bisa memberikan simpati untuk warga mereka (yang berada di Hong Kong) dan menyediakan pinjaman lunak. Tanggapan awal mereka sangat positif," lanjutnya.

Menurut Cheung, pinjaman itu bisa digunakan untuk membayar agen tenaga kerja, di mana sebagian besar pekerja memiliki utang. Akibat utang tersebut, para pekerja sulit untuk berhenti bekerja jika mengalami penyiksaan, karena mereka sadar masih memiliki utang yang harus dibayar kepada agen.

Namun Juru Bicara Asian Migrant Co-Ordinatong Body, Eni Lestari, pemberian pinjaman ini tidak akan terlalu banyak membantu. Menurutnya, para agen tenaga kerja bisa menekan keluarga pada pekerja untuk membayar uang yang telah dikeluarkan oleh para agen.

Ketua Asosiasi Pekerja Rumah Tangga Hong Kong Joseph Law Kaw-din mengatakan, Konsulat Indonesia di Hong Kong hanya akan memberikan kontrak kerja kepada WNI yang mendapatkan pekerjan melalui agen. Ini berbeda dengan Konsulat Filipina yang tidak memerlukan agen.

Penyiksaan yang dialami oleh Erwiana mengundang perhatian banyak pihak. Majikan yang melakukan penyiksaan, Law Wan-Tung, dibebaskan lewat jaminan dan dirinya tidak diperbolehkan keluar Hong Kong.

Sebelum ditangkap, Law mencoba kabur ke luar negeri. Upayanya gagal setelah dihadang petugas di bandara. Kini Law bersiap-siap untuk menghadiri persidangan atas kasus penyiksaannya pada 25 Maret 2014 mendatang. (faj)

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39 Yemen`s Team Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama Ke-39

24 Januari 2020, 02:13:10

Yemen`s Team tampil sebagai Juara 1 Narotama Futsal Tournament Dies Natalis Universitas Narotama (UNNAR) Ke-39 setelah unggul atas tim Gacor FC dalam pertandingan final yang berlangsung pada Sabtu, 18 Januari 2020 di lapangan futsal UNNAR. Penyerahan hadiah untuk para juara dilakukan oleh Presiden UNNAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP, yang juga dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan, Alumni & Tracer ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Penyaluran KUR 2019 Capai Rp139,5 Triliun
25 Januari 2020, 09:00:04

Penyaluran KUR 2019 Capai Rp139,5 Triliun Jakarta -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun lalu mencapai Rp139,5 triliun atau 99,6 persen dari target yang sebesar Rp140 triliun. "Sebenarnya, kalau tidak kami .....