go green
Recent Issues

Kematian Remaja Picu Gelombang Protes di AS

Kematian Remaja Picu Gelombang Protes di AS

20 Maret 2012, 13:33:08

FBI dan jaksa federal memulai investigasi kasus penembakan yang menewaskan seorang remaja 17 tahun di negara bagian Florida akhir bulan lalu, guna menindaklanjuti protes pelajar Florida yang menuntut keadilan bagi korban.

Departemen Kehakiman akan mengirim beberapa petugasnya ke Sanford untuk memulai penyidikan dan menurunkan ketegangan di sana. "Investigasi kami akan berlangsung secara teliti. Kami juga akan meninjau ulang semua barang bukti guna menemukan keputusan yang tepat," kata juru bicara Departemen Kehakiman, Xochitl Hinojosa, diberitakan CNN, Selasa 20 Maret 2012.

Hal ini juga ditegaskan oleh gubernur Florida, Rick Scott, yang meminta Departemen Penegakan Hukum untuk dapat bekerjasama dengan pihak berwenang setempat untuk dapat mengungkap kasus. Kongres Kaukus Kulit Hitam pun memberi perhatian pada kasus ini, menyebutnya sebagai penghinaan yang besar terhadap keadilan.
Sebelumnya, para pelajar Florida mengadakan aksi protes di Florida A&M University, menuntut penangkapan George Zimmerman, ketua masyarakat anti kekerasan. Pria 28 tahun ini menembak mati Trayvon Martin, remaja kulit hitam berusia 17 tahun pada akhir bulan lalu.

Saat itu, Martin yang baru saja membeli minuman dan permen melintas di lingkungan tempat tinggal Zimmerman, yang langsung menelepon 911 dan menyatakan melihat pria yang mencurigakan.

Operator 911 meminta Zimmerman untuk tidak mengambil tindakan apapun hingga polisi tiba. "Ternyata saat polisi tiba di sana, mereka menemukan korban sudah tergeletak dengan luka tembak di dada," ujar kepala polisi Sanford, Bill Lee.

Zimmerman mengaku dialah yang menembak Martin sebagai upaya perlindungan diri, dan tidak ditangkap karena kurangnya bukti. Namun Lee menyatakan, barang bukti dan keterangan yang mereka peroleh kontradiktif dengan klaim Zimmerman, namun belum ada bukti yang mampu meruntuhkan klaimnya.

Dalam rekaman percakapan 911 yang dirilis Jumat pekan lalu, terdengar suara penduduk yang panik meminta polisi segera datang, dengan suara orang meminta tolong. Rekaman inilah yang memicu kemarahan para pelajar sehingga mereka melakukan aksi protes.

"Tidak ada ada keadilan di Sanford. Kami hanya ingin keadilan untuk putra kami, tidak perlu yang lain," kata Tracy Martin, ayah korban.


• VIVAnews

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

23 Juta Pekerjaan Akan Tergantikan oleh Robot
31 Oktober 2020, 09:00:01

23 Juta Pekerjaan Akan Tergantikan oleh Robot Jakarta -- McKinsey Indonesia mengatakan sebanyak 23 juta pekerjaan akan tergantikan dengan otomatisasi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia ke depannya. Otomatisasi adalah penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....