go green
Recent Issues

Setumpuk Kendala Pendidikan di Papua yang Dibawa ke Pusat

Setumpuk Kendala Pendidikan di Papua yang Dibawa ke Pusat

24 Maret 2021, 09:00:10

Jakarta, -- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait memohon-mohon kepada Komisi X DPR RI agar membantu memperjuangkan pendidikan Papua kepada pemerintah pusat.

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X di Komplek DPR/MPR di Jakarta, Selasa (23/3), Christian mengungkap seabrek masalah pendidikan di Papua yang menurutnya sudah beberapa kali diperjuangkan ke pemerintah pusat.

"Pemerintah daerah (Provinsi Papua) bergantung pada bapak, ibu. Kami sekarang sangat bermohon-mohon untuk ini kita selesaikan masalah guru ini," kata dia di hadapan pimpinan dan anggota Komisi X.

Dengan suara lantang, Christian mengungkap ragam masalah pendidikan di Papua yang terdiri dari kendala kesejahteraan dan jaminan kehidupan bagi guru, minimnya sarana dan prasarana, hingga konflik sosial yang berdampak pada siswa.

Ia mengatakan pendidikan bagi masyarakat Papua sangat tertinggal dari daerah-daerah di Pulau Jawa. Pada kasus guru misalnya, ia bercerita perjuangan guru di Papua susah payah untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan keadaan sosial dan kemiskinan yang dialami.

"Mereka sudah lulus jadi pegawai negeri alhamdulillah setengah mati. Tapi kita belum bicara di mana mereka tinggal. Bagaimana mereka sampai di tempat kerja. Apa mereka aman atau tidak di sana," tuturnya.

Menurut Christian, konflik antara aparat keamanan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan masyarakat lainnya memberikan dampak besar terhadap keamanan dan jalannya pendidikan.

Ia mengungkap di Kabupaten Nduga ada 4 ribu siswa yang sudah 2 tahun 8 bulan tidak sekolah karena konflik. Hal yang sama juga didapati di Kabupaten Intan Jaya.

Sementara pembelajaran jarak jauh (PJJ) tak bisa dilakukan di 64 persen wilayah Papua karena tak ada internet. Christian mengatakan ketika daerah lain melakukan belajar daring selama pandemi Covid-19, siswa di Papua terpaksa menjalankan pembelajaran di luar jaringan (luring).

Ia menyebut kebijakan kuota gratis yang diberikan Kemendikbud pun pada akhirnya tak bermanfaat di mayoritas wilayah Papua yang tak ada jaringan internet.

Dengan keadaan seperti ini, ia pun mengeluhkan sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang sangat menggantungkan implementasi pembelajaran dengan internet. Seperti Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional (UN) yang dilakukan berbasis komputer.

Sedangkan di sisi lain, Papua masih memperjuangkan sarana prasarana yang paling mendasar. Christian bercerita ia mendapati guru melapor ke kantornya membawa amplop hanya untuk meminta fasilitas WC.

"Satu sekolah ada lima guru. Nanti satu guru pergi lobi ke pak gubernur, satu lobi ke Kadisdik, satu lobi ke DPR, satu lobi kepada siapa lagi, hanya minta WC atau ruang kelas atau buku. Lalu mereka tinggalkan sekolah itu," tuturnya dengan nada frustasi.

"Ini bukan tugas mereka, tapi hari ini mereka ambil alih tugas itu. Itu tugas kami, karena itu sarana prasarana juga termasuk," tambah dia.

Dalam kunjungannya ke Jakarta, Christian juga membawa pengajuan anggaran untuk 1.400 guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan 3.527 guru honorer. Ia meminta gaji dan tunjangan guru tersebut dibiayai pemerintah pusat.

Ia menegaskan permintaan itu tak bisa ditawar. Pasalnya, pemerintah sudah menetapkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

"Kalau waktu Inpres 9/2020 tentang Percepatan Papua dan Papua Barat hanya empat tahun, maka sebenarnya ketika Papua mengusulkan sesuatu untuk percepatan pembangunan, seharusnya jangan ditawar," pungkas Christian.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer Mengadakan Buka Bersama Anak Yatim Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer Mengadakan Buka Bersama Anak Yatim

10 Mei 2021, 12:29:41

Selain aktivitas beribadah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, bulan Ramadhan juga merupakan momen memperbaiki hubungan dengan sesama umat manusia. Alumni dan BEM Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UN) Surabaya mengadakan acara “Buka Bersama Keluarga Fasilkom & Anak Yatim' pada hari Rabu, 5 Mei 2021, di Asrama Yatim Mizan Amanah, Tenggilis Mejoyo. Buka puasa bersama tersebut diikuti 18 mahasiswa ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kemenkes Janji Mandek Insentif Nakes Wisma Atlet Cair Besok
11 Mei 2021, 09:00:00

Kemenkes Janji Mandek Insentif Nakes Wisma Atlet Cair Besok Jakarta -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pembayaran tunggakan insentif Desember 2020 terhadap para relawan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet akan dibayarkan paling lambat besok. Sekretaris Badan .....

Mobil Robot Pengantar Pizza Mulai Berkeliaran di AS
11 Mei 2021, 09:00:00

Mobil Robot Pengantar Pizza Mulai Berkeliaran di AS Jakarta -- Kendaraan kemudi otomatis tidak hanya dimanfaatkan untuk penumpang. Kali ini restoran pizza Dominos meluncurkan layanan pengiriman pizza menggunakan mobil robot kepada pelanggan terpilihnya di Houston, Amerika Serikat. Robot yang .....