go green
Recent Issues

Kapal Kepil Pertamina Tenggelam di Belawan, Nakhoda Meninggal

Kapal Kepil Pertamina Tenggelam di Belawan, Nakhoda Meninggal

13 September 2019, 09:00:02

Medan -- Kapal kepil (mooring boat) PMB VI milik Pertamina tenggelam di Perairan Belawan, sekitar 8 mil sebelah Timur Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, Selasa (10/9) malam. Akibatnya seorang nakhoda meninggal dan tiga orang anak buah kapal (ABK) luka-luka.

Tiga ABK yang selamat yakni Nanda Armanda (28), Ahmad Gufroni (36) dan Ades Pranata Sitepu (22). Mereka dirawat di RS TNI AL untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Rudi Prayouw, nakhoda kapal PMB VI meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh pada Rabu (11/9), kejadian berawal saat kapal dengan nakhoda beserta ketiga ABK sedang melepas tali sembari membuka selang kapal tanker milik Pertamina. Kegiatan dilakukan seusai membongkar muatan BBM melalui Bouy Pipa Pertamina Single point Mooring (SPM) di tengah laut ke Depo Pertamina Labuhan.

Para ABK tengah melaksanakan proses lepas sandar Kapal MT Enduro. Kapal kapasitas 40 ribu deadweight tonnage (DWT) yang mengangkut solar tersebut, telah menyelesaikan pembongkaran muatan. Ketika kapal PMB VI membawa selang menjauh dari MT Enduro, tiba-tiba cuaca memburuk dengan cepat dan drastis.

Mesin kapal itu mati. Padahal, saat itu ujung selang minyak masih tersangkut pada haluan kapal itu. Kapal PMB VI dihantam ombak besar dan angin kencang hingga menyebabkan kapal menghantam MT Enduro dan terbalik.

Akibatnya tiga ABK tercebur ke laut. Tim penyelamat berhasil mengangkat tiga korban dari laut. Mereka langsung dilarikan ke RS TNI AL. Sedangkan, Rudi Prayouw, nakhoda kapal PMB VI sempat terjebak di dalam kapal. Ketika ditemukan, kapten kapal telah meninggal dunia.

"Saat ini kami sudah melayat ke rumah duka. Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa ini," kata Roby Hervindo selaku Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I.

Roby menjelaskan saat kejadian nakhoda kapal tertahan di dalam ruang kemudi dan tidak mampu menyelamatkan diri. Sedangkan ketiga ABK sempat melompat dari atas kapal sebelum kapal itu tenggelam. Para korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RS TNI AL Komang Makes di Jalan Bengkalis Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan.

"Total ada empat orang di dalam kapal. Tiga orang berhasil diselamatkan dan satu orang malangnya tewas. Ini murni akibat cuaca, kapal dihantam ombak dan tenggelam," ujar Roby.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan

18 Oktober 2019, 03:33:02

Sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah seharusnya menjadi kesempatan para peneliti untuk membuat riset mengenai hal tersebut dengan lebih intens. Hal itulah yang dilakukan oleh Makno Basoeki, lulusan program studi Magister Teknik Universitas Narotama (UNNAR). Sejak tahun 2000, Makno melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk membuat produk beton karya anak bangsa yang berkualitas. “Diawali dari keprihatinan saya karena masih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

RI Gandeng Belanda Genjot Ekspor Dekorasi Rumah ke Eropa
19 Oktober 2019, 09:00:00

RI Gandeng Belanda Genjot Ekspor Dekorasi Rumah ke Eropa Jakarta -- Kementerian Perdagangan RI dan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda sepakat mendorong pengembangan ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke pasar Eropa. Kedua belah .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....