go green
Recent Issues

Israel Desak Dunia Tekan Iran Usai Rouhani Cabut Batas Nuklir

Israel Desak Dunia Tekan Iran Usai Rouhani Cabut Batas Nuklir

07 September 2019, 09:00:00

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan tekanan internasional yang lebih besar atasIran setelah Presiden Hassan Rouhani memerintahkan pencabutan batasan riset dan pengembangan nuklir.
"Pagi ini saya menerima informasi pelanggaran lain oleh Iran, kali ini terkait upaya mereka untuk memiliki senjata nuklir," ujar Netanyahu di awal pernyataannya pada Kamis (5/9). Melanjutkan pernyataannya, Netanyahu berkata, "Ini bukan waktu untuk berbicara dengan Iran. Ini adalah waktu untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran."

Pernyataan ini dilontarkan tak lama setelah Rouhani memerintahkan pencabutan semua batasan riset dan pengembangan nuklir Iran, langkah yang memperkuat indikasi pengurangan komitmen negara itu atas kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Israel sendiri memang merupakan musuh bebuyutan Iran. Mereka bahkan tidak mendukung JCPOA, kesepakatan nuklir antara Iran dan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta Jerman yang diteken pada 2015 lalu.
Netanyahu juga sempat mendesak Presiden Donald Trump selaku sekutu terdekatnya untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian tersebut.

Perjanjian yang digagas di era Barack Obama itu menetapkan Iran harus membatasi pengayaan uranium hingga 3,67 persen, jauh dari yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir yaitu 90 persen.

Sebagai timbal balik, negara Barat akan mencabut serangkaian sanksi terhadap Teheran. Namun, di bawah komando Trump, AS akhirnya menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir itu pada Mei 2018 lalu dan kembali menerapkan sanksi atas Iran.

Iran pun kembali melanjutkan pengayaan uranium dan mengklaim sudah melewati batas 3,67 persen. AS lantas mengancam bakal menjatuhkan sanksi tambahan.
Di tengah kisruh ini, sejumlah negara yang juga menandatangani JCPOA, seperti Jerman dan Inggris, meminta semua pihak untuk tenang dan mendesak Iran tak melanjutkan pengayaan uranium.





Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Covid-19 Percepat Otomatisasi, 85 Juta Pekerjaan Bisa Lenyap
30 Oktober 2020, 09:00:01

Covid-19 Percepat Otomatisasi, 85 Juta Pekerjaan Bisa Lenyap Jakarta -- Laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) mengungkapkan pandemi corona telah mempercepat otomatisasi atau peralihan tenaga manusia dengan mesin sebagai dampak kemajuan teknologi. Bahkan, otomatisasi sudah mulai terjadi di industri .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....