go green
Recent Issues

Hindari Spyware, Pengguna WhatsApp Diimbau Perbarui Aplikasi

Hindari Spyware, Pengguna WhatsApp Diimbau Perbarui Aplikasi

25 Mei 2019, 09:00:00

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengimbau kepada para pengguna setia WhatsApp untuk melakukan pembaruan sistem pada aplikasi. Hal ini dilakukan agar terhindar dari spyware yang dapat mencuri data percakapan pengguna melalui fitur free call.

Melalui akun resmi Twitternya, BSSN juga menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan pembaruan sistem terhadap aplikasi selain WhatsApp.
Lembaga riset keamanan siber CISSRec mengungkapkan betapa berbahayanya spyware bagi para pengguna WhatsApp. Spyware masuk melalui fitur call dan akan menimbulkan dampak yang cukup parah, di mana para peretas dapat mengambil alih sistem operasi pada Android maupun iOS.
"Sebagai pengguna sudah semestinya berhati-hati ketika melakukan komunikasi. Kasus penyusupan spyware pada WhatsApp menunjukan bahwa aplikasi pesan instan paling populer di dunia ini memiliki celah keamanan yang dapat ditembus," kata Chairman CISSRec Pratama Persadha dikutip dari press rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).
Lebih lanjut kata Pratama, bahaya spyware tidak hanya mencuri data percakapan namun sistem berbahaya itu bisa menginfeksi pengguna saat mengangkat panggilan WhatsApp dari nomor penyerangnya.

Anti-malware Expert Kapersky Lab Victor Chebyshev pun angkat suara terkait masalah spyware yang menimpa WhatsApp. Senada dengan BSSN, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh pengguna WhatsApp untuk segera melakukan pembaruan.
"Informasi terbaru menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber memanfaatkan beberapa kerentanan, termasuk kerentanan zero-day untuk iOS, dan serangan tersebut adalah serangan multi-stage, dimana memungkinkan pelaku kejahatan siber mendapatkan pijakan pada perangkat dengan menginstal aplikasi spyware di atasnya," kata Chebyshev dikutip dari press rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).
"Mengingat bahwa kerentanan ini tampaknya mengeksploitasi baik perangkat Android dan iOS, maka mereka sangat berbahaya. Kami mengajak semua pengguna sesegera mungkin menginstalasi pembaruan yang baru di rilis pada perangkat lunak Anda untuk memblokir kerentanan yang dieksploitasi oleh malware," lanjut dia.
Sebelumnya, WhatsApp telah menemukan spyware yang menginfeksi beberapa ponsel. Korban ponsel ini menjadi target dari panggilan suara dalam aplikasi. Dilansir dari Time, Financial Times mengidentifikasi pelaku sebagai Kelompok NSO Israel.

Juru Bicara WhatsApp mengungkapkan pihaknya tidak menyangkal kejadian spyware tersebut.
Spyware itu mampu menembus ponsel melalui panggilan tak terjawa sendiri melalui fungsi panggilan suara aplikasi. Namun jumlah pengguna yang menjadi korban terinfeksi spyware belum diketahui.
Spyware NSO telah berulang kali ditemukan untuk meretas wartawan, pengacara, pembela hak asasi manusia dan pembangkang. Salah satu kasus spyware yang paling menggegerkan ialah kasus pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.
Beberapa dugaan target spyware itu menimpa teman dekat Khashoggi dan beberapa tokoh masyarakat sipil Meksiko. Saat ini mereka telah menuntut NSO di pengadilan Israel atas peretasan tersebut.



Sumber: CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR Pengenalan Budaya dan UMKM Bagi Mahasiswa Internasional UNNAR

15 Oktober 2019, 07:53:46

15 mahasiswa kelas internasional dari Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya mengikuti awal perkuliahan dengan edukasi lapangan berupa kunjungan industri dan budaya. Kali ini, pulau Madura sebagai tujuan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu baru yang belum tentu ada pada materi pembelajaran di kelasnya. Madura merupakan sakah satu bagian dari pulau besar di Jawa Timur yang ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Mulai Hari Ini, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal
17 Oktober 2019, 09:00:16

Mulai Hari Ini, Semua Produk Wajib Bersertifikat Halal Jakarta -- Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) mewajibkan seluruh produk di Indonesia memiliki sertifikat halal mulai 17 Oktober 2019. Hal itu .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....