go green
Narotama News & Events

Universitas Narotama Gelar Workshop Pembelajaran Online dengan Media YouTube

Universitas Narotama Gelar Workshop Pembelajaran Online dengan Media YouTube

22 Juli 2020, 10:53:59

1576Dalam rangka persiapan proses pembelajaran Semester Gasal 2020, Universitas Narotama menggelar “Workshop Pembelajaran Online dengan Media YouTube” dengan peserta para dosen, Selasa (21/7/2020). Workshop dibuka oleh Rektor Universitas Narotama Dr. Ir. H. Sri Wiwoho Mudjanarko, ST, MT, IPM dengan menghadirkan narasumber Direktur DSTI, Tubagus Purworusmiardi, S.Kom, MM.
Tubagus Purworusmiardi mengatakan, YouTube merupakan metode pembelajaran yang sangat praktis dan mudah difahami, namun dalam pencarian literatur saat ini tidak menjadikan informasi yang ditemukan di YouTube sebagai referensi. Ini karena YouTube hanya merupakan strategi mengajar dalam pendidikan. Dimana media ini menyajikan gambaran dari YouTube dan aplikasi sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam pendidikan tinggi, seperti contoh-contoh yang spesifik digunakan dalam program pendidikan.
“Beberapa keuntungan yang didapatkan menggunakan YouTube dalam bidang pendidikan, yaitu sebagai strategi mengajar untuk mendapatkan referensi dalam proses belajar mengajar, YouTube dapat menjadi sumber instruksional yang baik dan sebagai sumber alat motivasi mengajar yang dapat melibatkan peserta didik,” kata Tubagus.
Melalui YouTube, lanjut Tubagus, proses belajar mengajar online lebih praktis hanya dengan menyisipkan URL video di situs YouTube yang akan dipilih ke E-Learning Narotama (ELINA). Pengguna dapat meng-account untuk ditampilkan di depan kelas. YouTube menawarkan alternatif sumber pendidikan yang tepat waktu, namun memiliki tantangan yang unik yaitu keterbatasan ketersediaan dari video tersebut. Para penyelenggara hendaknya meninjau dan mengevaluasi semua video sebelum ditampilkan ke peserta didik. Pendidik perlu memperhatikan tanggal konten video untuk memastikan bahwa informasi yang akan disampaikan tidak ketinggalan zaman.
“Terkadang akurasi dan kualitas video sangat terbatas dan menampilkan gambar yang tidak senonoh dan kurang dapat diterima,” ungkapnya.
Tubagus menambahkan, tantangan lainnya yakni banyak video yang muncul saat mencari sesuai pencarian. Mengintegrasikan video YouTube memungkinkan peserta didik lebih kreatif dalam belajar dan tidak terbatas hanya dalam materi pelajaran. Video YouTube benar-benar memberikan kejelasan kepada peserta didik untuk melihat gambaran visual dari berbagai kondisi dan juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk benar-benar melihat kondisi yang sebenarnya.
“Besar harapan kami bahwa semua dosen menggunakan media YouTube dalam proses pembelajaran kedepannya yang diintegrasikan dalam ELINA,” pungkasnya. [UN]

Foto: Universitas Narotama menggelar “Workshop Pembelajaran Online dengan Media YouTube” dengan peserta para dosen, Selasa (21/7/2020).

print  word  pdf

 

Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen
28 Oktober 2020, 09:00:20

3 Alasan Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0 Persen Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya secara tegas memutuskan menolak usulan Kementerian Perindustrian agar pajak mobil baru diturunkan sampai 0 persen. Usulan pajak mobil 0 persen berasal dari Menteri Perindustrian .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....