go green
Narotama News & Events

Seminar Internasional Teknik Sipil: Sustainable Construction and Infrastructure Development

Seminar Internasional Teknik Sipil: Sustainable Construction and Infrastructure Development

03 Juli 2019, 03:18:27

Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Seminar Internasional bertema Sustainable Construction and Infrastructure Development, Senin (1/7/2019) bertempat di Conference Hall. Kegiatan yang dibuka oleh Kaprodi Teknik Sipil UNNAR Ronny Durrotun Nasihien, ST, MT ini menghadirkan pemateri akademisi dan praktisi dari Malaysia dan Indonesia.
Pemateri yaitu Prof. Dr. Mohd Idrus Nin Mohd Masirin (President Academic Congress Malaysia, Board of Directors UTHM Malaysia), Prof. Madya TS. Dr. Mohd Haziman Bin Wan Ibrahim (Vice Dean Faculty Civil Engineering UTHM Malaysia), Prof. Madya Dr. Mohd Fadzil Bin Arshad (Vice Dean Civil Engineering UITM Malaysia), Dr. Ir. Dadang Supriyatno, MT, IPU (Ketua DPD MASKA Jatim, UNESA), Ir. Adi Prawito, MT, MM (Ketua INKINDO / INTAKINDO Jatim, UNNAR), dan Mahrus Soleh (Ketua APERSI Jatim), dengan moderator Dr. Florianus Rooslan Edy Santosa, M.MT (Kaprodi Magister Teknik UNNAR).
Prof. Madya Dr. Mohd Fadzil Bin Arshad menjelaskan tentang mempersiapkan diri menjadi engineer dalam Industrial Revolution (IR) 5.0 yang menekankan pada Artificial Intelligence. Dalam Revolusi Industri 5.0 ini manusia atau dalam hal ini engineer ditantang untuk bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Karena semua pekerjaan akan melibatkan mesin bahkan robot dengan AI.
Di sinilah, lanjutnya, engineer ditantang sebagai problem solver yang lebih efisien dari sebelumnya. Misalnya yang paling mudah adalah mengubah sampah atau limbah menjadi material yang berguna untuk pembangunan.
"Limbah menjadi material bangunan ini masih bisa terus dieksplorasi. Misalnya saja sungai dengan banyak sampah plastik atau bahan gelas, bisa dikurangi dengan mengubah sampah itu menjadi pengganti pasir," katanya.
Yang juga penting adalah engineer teknik sipil masih harus terus berinovasi membuat konstruksi yang ringan namun kuat. "Ini yang masih sulit karena fitrahnya kuat itu biasanya pasti berat. Nah sekarang bagaimana membuat yang kuat namun ringan," tantangnya.
Fadzil dan seluruh pemateri menekankan jangan sampai engineer malah jadi problem maker dan menambah limbah atau malah posisinya bisa tergantikan oleh mesin.
"Ada banyak masalah yang bisa diselesaikan, dari yang kecil hingga besar. Jadi jangan sampai engineer malah menambah masalah," tutupnya. [humas]

Foto: Seminar Internasional Teknik Sipil bertema Sustainable Construction and Infrastructure Development, Senin (1/7/2019) bertempat di Conference Hall Universitas Narotama.

print  word  pdf

 

Kemenristekdikti Tetapkan Universitas Narotama Peringkat 83 PTN dan PTS se-Indonesia Kemenristekdikti Tetapkan Universitas Narotama Peringkat 83 PTN dan PTS se-Indonesia

20 Agustus 2019, 00:37:16

Universitas Narotama (UNNAR) memperoleh kado istimewa pada malam menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia dalam Siaran Pers Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019 tanggal 16 Agustus 2019, mengumumkan bahwa UNNAR menempati peringkat 83 (100 besar) dari 4.000 lebih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Peringkat 83 (PTN-PTS) ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Kawasan Hutan di Lereng Gunung Merapi Terbakar
20 Agustus 2019, 09:00:00

Kawasan Hutan di Lereng Gunung Merapi Terbakar Jakarta -- Kawasan hutan lereng Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terbakar pada Minggu (18/8) malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan berdasarkan informasi .....