Jokowi Diminta Lekas Ubah Kementerian BUMN Jadi Super Holding
03 November 2021, 08:33:53 Dilihat: 172x

 

Jakarta, -- Presiden Joko Widodo diminta segera membubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mengubahnya menjadi super holding.

Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Pendukung Jokowi (KMP2J) menilai selama ini Kementerian BUMN tidak bekerja maksimal sehingga hanya menjadi beban negara.

"Terlihat dari utang jumbo kurang lebih sebesar Rp6.710 triliun yang melilit sejumlah perusahaan BUMN," tutur perwakilan KMP2J, Abriansyah lewat siaran pers.

Abriansyah melihat selama ini perusahaan BUMN di bawah kementerian yang dipimpin Erick Thohir kerap kali dimanja dengan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN).

Akibatnya, perusahaan BUMN yang kondisi keuangannya tidak sehat senantiasa menjadi beban negara. Kontribusi terhadap pendapatan negara pun dinilai minim.

"Misalnya, pada tahun lalu, BUMN hanya menyumbang laba bersih senilai Rp41 triliun atau merosot 75,60 persen dibandingkan 2019," kata Abriansyah.

Dia mengatakan bahwa Presiden Jokowi pun sudah gusar dengan perusahaan BUMN yang kerap kali menjadi beban negara. Tak berani mengambil risiko dan takut bersaing dengan swasta.

Abriansyah yakin perubahan Kementerian BUMN menjadi super holding bisa jadi solusi. Dia merujuk pada Super Holding milik Singapura, Temasek.

Menurutnya, dengan super holding, perusahaan-perusahaan BUMN bisa dikelola dengan lebih optimal dan profesional.

"Utang-utang jumbo BUMN akan bisa dilunasi dan kontribusinya kepada Negara pun akan meningkat sehingga tidak membutuhkan PMN lagi karena mereka akan berani bersaing dan mengambil risiko," ujarnya.

"Pak Jokowi, segera bubarkan kementerian BUMN agar negara selamat," sambungnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Maman Abdurrahman juga menyarankan usul serupa. Ia menilai Kementerian BUMN menyebabkan kultur profesionalisme hilang hingga membuat BUMN tidak pernah maju.

"Oleh karena itu merespons Pidato Pak Jokowi, saya mendorong agar Kementerian BUMN dibubarkan lalu dirubah menjadi badan saja atau Super Holding yang posisi nya di bawah Kementerian Teknis," kata Maman Abdurrahman pada 17 Oktober lalu.

Maman menilai para direksi BUMN selama ini lebih tunduk kepada Kementerian BUMN karena yang bisa mencopot jabatan mereka.

Padahal, sehari-hari teknis dan operasional perusahaan BUMN berhubungan dengan kementerian teknis sesuai bidang kerjanya.

"Contohnya PLN, Pertamina, PGN, INALUM tanyakan saja dengan semua Direksi apakah mereka pernah berkoordinasi dengan dirjen masing masing di Kementerian ESDM? Bahkan mereka cenderung sering sekali berbeda," kata Maman.

 

Sumber : cnnindonesia.com

Share:

UN Videos

Java Coffee Culture and Festival Peneleh 2024
Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana ke - 56 dan Magister ke - 44
Wisuda Sarjana Ke 54 dan Magister Ke 42 Universitas Narotama

UN Cooperation

De Montfort Leicester University Alexandria University Chiang mai university Derby University
 
Essex I Coe Rel UTHM ICOGOIA University Malaysia PAHANG Universiti Utara Malaysia
 
National University Kaohsiung Taiwan Politeknik Sultan Mizan Zainal Abidin Prince Sultan University Quest Nawab Shah Pakistan Universiti Teknologi MARA
 
Universiti Kebangsaan Malaysia Universiti Malaysia Kelantan Universiti Malaysia Perlis Universiti Zainal Abidin Universiti Sains Malaysia
 
Universiti Pendidikan Sultan Idris Erasmus

 

INTAKINDO PT. Aria Jasa Konsultan Bumi Harmoni Indoguna Cakra Buana Consultan Ciria Jasa Consultant
 
Internasional Peneliti Sosial Ekonomi Teknologi PT. Jasa Raharja NOKIA INKINDO MASKA
 
Surabaya TV PT. Amythas General Consultant
 
       

 

Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia IT Telkom Surabaya Institut Aditama Surabaya Institut Teknologi Nasional Malang
 
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Politeknik Negeri Malang Universitas Pakuan Universitas Nasional Kualita Pendidikan Indonesia
 
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Politeknik Negeri Bali Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan
 
Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul `Ula Nganjuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al Anwar Mojokerto STIE NU Trate Gresik Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapan Surabaya
 
STIE Pemuda STIKOSA STKIP PGRI Bangkalan STKIP PGRI Jombang STKIP PGRI Sidoarjo
 
STT Pomosda Nganjuk UINSA Universitas Mercu Buana Universitas Airlangga Universitas Darul `Ulum Jombang
 
Universitas Negeri Surabaya Universitas Brawijaya Malang Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya UNIPDU
 
UNISLA UNISMA Universitas 45 Bekasi Universitas Dr.Soetomo UNITRI
 
Universitas 45 Surabaya Universitas Bondowoso Universitas Islam Madura Pamekasan Universitas Jember Universitas Maarif Hasyim Latif
 
Universitas Madura Universitas Merdeka Surabaya Universitas Bina Darma Universitas Wijaya Putra Universitas Padjajaran
 
Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Papua Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Universitas Muhammadiyah Surabaya Universitas Negeri Malang
 
Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Widyagama Malang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya UWIKA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
 
UNIVERSITAS SUNAN BONANG TUBAN Universitas 17 Agustus Surabaya UNUGIRI Bojonegoro Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
 
Akademi Pariwisata Majapahit  

 

Copyright © 2022 by UN | Universitas Narotama, All Rights Reserved.