Toyota Pilih Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di AS
26 Oktober 2021, 08:57:52 Dilihat: 226x
Jakarta, Universitas Narotama -- Raksasa otomotif Toyota dilaporkan akan membangun pabrik baterai untuk mobil hybrid dan listrik di Amerika Serikat (AS), bukan di Indonesia. Padahal Indonesia merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang merupakan material utama pembuatan baterai mobil listrik.
Toyota Motor mengatakan perusahaannya akan membangun pabrik baterai di AS dan melakukan investasi untuk bidang tersebut hingga US$3,4 miliar atau sekitar Rp48 triliun sampai 2030.
Nikkei Asia menjelaskan Toyota akan mendirikan perusahaan baru untuk operasional ini bekerja sama dengan grup perdagangan bagian dari grup Toyota, Toyota Tsusho. Perusahaan baru yang 90 persen akan dimiliki Toyota ini ditargetkan memulai produksinya pada 2025.
Pembangunan pabrik di AS ini disebut terkait arahan Presiden AS Joe Biden yang menyerukan transisi ke kendaraan listrik sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.
Stellantis, perusahaan yang menaungi Fiat dan Chrysler juga telah mengumumkan investasi besar-besaran untuk produksi baterai di AS.
Pabrik baterai yang akan dibangun merupakan pertama di AS bagi Toyota dengan penyerapan tenaga kerja sampai 1.750 orang. Namun sejauh ini Toyota belum mengumumkan lokasi pabrik dan kapasitas produksinya.
Pabrik tersebut mulanya dikatakan bakal memproduksi baterai lithium-ion untuk mobil hybrid, setelah itu ada visi memproduksi baterai bagi mobil listrik.
Toyota menargetkan menjual delapan juta kendaraan listrik, termasuk hybrid, pada 2030, dan dua juta unit dari angka tersebut merupakan mobil listrik dan mobil fuel cell.
Toyota sudah memiliki pabrik baterai untuk mobil hybrid sejak 1996 yang bekerja sama dengan Panasonic. Kemudian pada 2020, kedua perusahaan tersebut meluncurkan Prime Planet Energy & Solutions yang bertanggung jawab memproduksi dan mengembangkan baterai buat sektor otomotif.
"[Dengan perusahaan baru ini] kami memilih sebuah struktur yang memungkinkan Toyota beroperasi secara independen," kata Juru Bicara Toyota.
Pabrik baterai di Indonesia
Sebelumnya pabrikan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, bekerja sama dengan perusahaan elektronik ternama LG mulai membangun pabrik baterai di Indonesia yang disebut pertama di Asia Tenggara.
Indonesia dijadikan pilihan sebagai lokasi produksi sel baterai lantaran statusnya sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Nikel adalah material utama pembuatan baterai mobil listrik yang diincar banyak produsen otomotif dunia,
Pabrik baterai itu yang dikelola HKML Battery Indonesia didirikan di Karawang New Industrial City dengan investasi US$1,1 miliar.
Kemudian pabrik yang baru melewati proses groundbreaking pada September lalu ini rencananya bakal selesai pada awal 2023, dan akan mulai produksi massal pada awal 2024. Pabrik mobil Hyundai sendiri akan mulai memproduksi mobil listrik pada Maret 2022.