JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah masih menunjukkan pelemahan yang cukup tajam. Bahkan, pagi ini Rupiah dibuka sudah mendekati Rp13.400 per USD. Pelemahan Rupiah terjadi karena tekanan dari dalam dan luar negeri.
Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, paling tidak ada lima faktor yang memberikan tekanan pada Rupiah. Menurutnya, sentimen tersebut gabungan dari dalam dan luar negeri.
"Yang pasti pertama karena demand yang tinggi. Ini disebabkan bahan baku kita masih impor, permintaan untuk pembayaran utang dolar AS juga masih banyak," kata dia di acara MNC Powerbreakfast, Senin (8/6/2015).
Selain itu, dia mengatakan faktor selanjutnya adalah suplai dolar AS yang tipis ke pasaran, semakin membuat harga dolar AS melemah. "lalu melemahnya ekspor, kasus Yunani terkait pembayaran utangnya, dan rencana the Fed menaikkan suku bunga," tutur dia.
Menurutnya, dengan tembusnya level Rp13.300 per USD maka berpotensi melesatkan dolar AS ke Rp13.500 per USD. "Tidak tertutup kemungkinan akan ke Rp14.000 per USD, karena investor melihat tidak hanya seberapa cepat kenaikan suku bunga di Amerika, tapi juga seberapa besar," tukasnya.
(mrt)
Source