Iran Bebaskan Perempuan Pemrotes Aturan Hijab Lebih Cepat

Otoritas Iran dikabarkan membebaskan Vida Movahedi, seorang perempuan pemrotes aturan berhijab, lebih cepat dari masa tahanannya yang seharusnya satu tahun.
"Vida Movahedi dipanggil oleh otoritas lembaga pemasyarakatan pada Minggu malam dan diberi tahu bahwa vonisnya telah diringankan dan ditambah dengan beberapa akumulasi cuti yang menyebabkan dia bebas," kata pengacara Movahedi, Payam Derafhan, kepada AFP, Selasa (28/5).

Movahedi ditangkap pada Oktober 2018 lalu setelah melakukan protes aturan hijab dengan melepaskan kerudungnya di depan publik di Lapangan Enghelab, Teheran.

Dalam aksi protesnya, Movahedi juga mengibarkan hijab yang semula ia kenakan di atas salah satu kotak telepon umum di lapangan tersebut.
Tak lama, perempuan berusia sekitar 25 tahunan itu ditahan aparat keamanan dan didakwa "mendorong korupsi dan pesta pora."
Derafshan mengatakan pengadilan Teheran lantas menjatuhkan kliennya itu vonis hukuman penjara selama 12 bulan pada 2 Maret lalu.
Ia menegaskan Movahedi hanya menyatakan penolakannya terhadap "aturan wajib hijab" dan ingin mengungkapkan pendapatnya itu dalam bentuk "protes sipil.
Movahedi juga sempat melakukan protes serupa pada Desember 2017. Dia berdiri di sebuah kotak pilar di Enghelab Avenue tanpa jubah hitam khas perempuan Muslim dan mengangkat-angkat kerudung putihnya dengan tongkat. Aksinya itu mendorong solidaritas dari kaum perempuan lainnya di Iran. Sekelompok perempuan lainnya menggelar aksi serupa di tempat berbeda dan menyebarkannya di media sosial.
Mereka dengan cepat dikenal publik sebagai "Dokhttaran-e enghelab" atau Perempuan Revolusi Jalanan.



Sumber: CnnIndonesia