May Ingin Brexit Bangkit Bak Liverpool di Liga Champions

Perdana Menteri Theresa May menganggap dia bisa menghidupkan kembali negosiasi Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit seperti kemenangan klub sepakbola Liverpool dalam semifinal Liga Champions pekan ini.
Setelah sempat kalah 0-3 di leg pertama, Liverpool berhasil mengejar ketertinggalan gol dengan mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions. Kemenangan itu membawa The Reds maju ke final.

May menganggap kebangkitan Liverpool juga bisa terjadi pada negosiasi Brexit. Ia merasa yakin dapat membawa negosiasi Brexit yang masih buntu untuk menemui titik terang.
"Saya benar-benar berpikir bahwa kemenangan Liverpool atas Barcelona menunjukkan ketika semua orang menganggap segalanya telah berakhir dan seluruh oposisi di Eropa bertentangan dengan Anda sementara waktu terus berjalan, sebenarnya kita masih bisa mengamankan kesuksesan jika semua pihak mau bekerja sama," kata May seperti dikutip The Guardian pada Kamis (9/5).

May menegaskan dirinya ingin mencapai kesepakatan Brexit sebelum pensiun sebagai perdana menteri.
Ia mengutarakan pernyataan ini untuk merespons sindiran pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, agar May meminta tips dari pelatih Liverpool Juergen Klopp. Corbyn menilai May sepatutnya meniru Klopp untuk membawa hasil yang bagus terkait Brexit di Eropa.
"Terkait penampilan yang mengagumkan dari Liverpool tadi malam, mungkin perdana menteri bisa mendapat sejumlah tips dari Juergen Klopp tentang bagaimana mendapat hasil yang bagus di Eropa," ujar Corbyn.
May masih berada dalam tekanan setelah kabinetnya dan parlemen terus berselisih terkait proses perundingan Brexit.
Kubu pemerintah dan oposisi di Inggris masih belum mendapatkan titik temu kesepakatan yang harus dicapai dengan Uni Eropa sebelum Inggris hengkang dari blok tersebut.
Di satu sisi, May ingin Inggris tetap memiliki hubungan dagang dengan Uni Eropa ketika resmi keluar, sementara pihak oposisi mendesak agar negara mereka benar-benar memutus hubungan dengan blok tersebut.

Sejauh ini, Uni Eropa telah memperpanjang tenggat waktu bagi Inggris untuk keluar dari keanggotaan sebanyak tiga kali. Jika mengacu pada konstitusi, Inggris seharusnya rampung menyelesaikan proses Brexit sejak 29 Maret lalu.
Namun, setelah dua kali mundur, Uni Eropa memberikan Inggris lagi tenggat waktu untuk menyelesaikan Brexit hingga 31 Oktober mendatang.


Sumber: CnnIndonesia