go green
Recent Issues

Pemerintah Bangun Jalan Pintas Bali Selatan Menuju Utara

Pemerintah Bangun Jalan Pintas Bali Selatan Menuju Utara

17 Juni 2019, 09:00:01

Jakarta -- Pemerintah tengah membangun jalan pintas (shortcut) ruas Mengwitani-Singaraja, Bali, sepanjang 12,76 kilometer (Km). Jalan pintas akan menghubungkan kawasan Bali bagian selatan dan utara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan pintas itu diharapkan bisa mendukung pariwisata Bali. Jalan pintas tersebut akan memperpendek jarak tempuh dari semula sepanjang 13,46 km dengan mengurangi jumlah kelokan yang ada.

"Di Bali kami menghindari membangun tol, karena ekonomi kerakyatannya sangat menonjol," katanya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (15/6).

Ia menjelaskan pengembangan jalan yang menghubungkan Denpasar ke Singaraja tersebut sangat dibutuhkan karena saat ini kondisinya sempit dan berkelok-kelok.

Nantinya, jalan pintas tersebut akan dibangun pada 10 titik. Untuk titik 1 sampai 4 berada di wilayah Kabupaten Tabanan, sedangkan titik 5 sampai 10 dibangun di Kabupaten Buleleng.

"Dari 10 lokasi diprioritaskan yang titik 5 dan 6, karena ada 15 kelokan, nanti dengan shortcut jadi hanya lima kelokan. Selain itu juga tanjakannya yang tadi 10-15 derajat sehingga macet dan tidak nyaman, nantinya turun lebih landai tingkat kemiringannya menjadi 6 derajat," ujarnya.

Saat ini, perkembangan pembangunan jalan pintas pada titik 5 dan 6 sepanjang 1.950 meter tersebut, telah mencapai 50,73 persen.

Ia menyebut pembangunan jalan pintas di dua titik itu nilai kontraknya sekitar Rp128 miliar. Bertindak sebagai kontraktor adalah PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT. Cipta Strada (KSO).

"Mudah-mudahan Desember 2019 selesai," ujarnya.

Total panjang jalan pintas pada titik 5 dan titik 6 tersebut terdiri dari pembangunan jembatan sepanjang 210 meter dan jalan 1.740 meter. Seluruh ruas jalan pintas akan dibangun dengan lebar jalan 7 meter dan bahu jalan 2 meter.

Sedangkan untuk pembangunan jalan pintas pada titik tiga sepanjang 480 meter, sudah dalam tahap konstruksi dengan perkembangan pembangunan sebesar 10,22 persen. Anggaran untuk pembangunanan pada titik tiga ini sebesar Rp12,1 miliar.

"Selanjutnya untuk shortcut empat dalam persiapan kontrak," katanya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Kementerian PUPR I Ketut Darmawahana mengatakan pembangunan shortcut titik 5 dan 6 bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Sedangkan untuk titik 3 dan 4 akan membantu mengurai simpul kemacetan lalu lintas di Simpang Kebun Raya Bedugul.

"Keberadaan shortcut sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan. Buleleng khususnya dengan potensi pariwisata yang luar biasa diharapkan akan bisa terus berkembang," ujarnya.

Untuk diketahui, Buleleng yang berada di Bali Utara terkenal dengan wisata lumba-lumba di kawasan Pantai Lovina. Selain itu, Buleleng memiliki sejumlah air terjun dan danau. Tak kurang dari sepuluh air terjun yang ada di Buleleng, diantaranya Air Terjun Gitgit, Munduk, dan Aling-Aling.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat
22 Agustus 2019, 09:00:01

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan memecat semua penasihatnya lantaran tak sanggup menggaji pegawai. Kantor Kepresidenan Palestina tidak menjelaskan jumlah penasihat presiden yang diputus kontrak kerjanya. Kantor tersebut hanya merujuk pada .....