go green
Recent Issues

Polda Sulsel Bebaskan 12 Pedemo Tolak Pengerukan Pasir

Polda Sulsel Bebaskan 12 Pedemo Tolak Pengerukan Pasir

18 September 2020, 09:00:00

Jakarta -- Polda Sulawesi Selatan membebaskan 12 orang yang terdiri atas nelayan dan mahasiswa, yang diduga merusak sebuah kapal pengerukan pasir untuk proyek reklamasi Makassar New Port.

Pengacara publik dari LBH Makassar, Adi Anugrah Pratama, mengatakan keputusan membebaskan kliennya yang sempat ditangkap lantaran polisi tidak menemukan unsur tindak pidana dalam masa pemeriksaan 1x24 jam.

"Iya (dibebaskan) tadi menjelang pukul 12.00 WITA siang, 12 orang yang ditangkap itu sudah dibebaskan semua; dipulangkan," ujar Adi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (13/9).

Adi mengatakan 12 orang tersebut langsung disambut oleh keluarga, rekan dan masyarakat yang sejak kemarin sudah menunggu di depan Kantor Direktorat Polairud Polda Sulawesi Selatan.

Menyikapi penangkapan ini, Adi menyatakan tengah mempertimbangkan gugatan Praperadilan karena ada kerugian yang dialami, yakni kapal nelayan yang rusak dan gawai mahasiswa yang tercebur ke laut.

"Kami sejauh ini mempertimbangkan apakah akan menempuh Praperadilan, terutama soal kerugian yang dialami oleh nelayan atau 12 orang yang ditangkap itu," pungkasnya.

Kendati begitu, ia berujar bahwa pihaknya menunggu iktikad baik dari Polda Sulsel terlebih dahulu, karena kerugian tersebut telah disampaikan dalam pemeriksaan.

"Atau umpama polisi inisiatif karena mereka tahu ada kerugian yang dialami orang-orang yang ditangkap ini, mereka inisiatif mengganti rugi kerugian," tandasnya.

Sebelumnya, belasan orang ditangkap saat melakukan aksi menentang kapal yang mengeruk pasir di lokasi tangkap nelayan, Pulau Kodingareng, Sabtu (12/9) pagi. Warga merasa resah sehingga melakukan aksi.

Warga berangkat ke lokasi penambangan menggunakan 45 kapal lepa-lepa dan 3 kapal jolloro.

Mereka melakukan aksi hingga pukul 08.50 WITA sampai kapal itu meninggalkan lokasi, pun warga masih mengikuti kapal tersebut.

Pukul 09.53 WITA, sejumlah massa aksi yang berkumpul di dekat pulau tiba-tiba didatangi Polair dengan sekoci. Mereka kemudian mengadang dan merusak jolloro milik nelayan, dan menangkap belasan peserta aksi.

"Satu orang nelayan atas nama Daen Pasang dipukul aparat," kata Kepala Kampanye JATAM, Melky Nahar, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance Mahasiswa FEB UNNAR dan Lifepal Selenggarakan Webinar Personal Finance

27 Oktober 2020, 11:40:18

Merencanakan keuangan pribadi dapat menyulitkan tanpa informasi yang tepat dan bantuan dari para ahlinya. Hal itu mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Narotama (UNNAR) bekerjasama dengan Lifepal menyelenggarakan acara Webinar dengan topik “Personal Finance”. Lebih dari 97 peserta dari prodi Manajemen dan prodi lain di UNNAR mengikuti acara yang berlangsung secara live via Zoom, ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Ekspor Udang Jadi Primadona saat Pandemi Corona
01 November 2020, 09:00:05

Ekspor Udang Jadi Primadona saat Pandemi Corona Jakarta -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan komoditas udang masih menjadi primadona permintaan global untuk sektor kelautan dan perikanan di tengah pandemi virus corona (covid-19). "Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, .....

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi
27 Oktober 2020, 09:00:22

Kemendikbud Minta Industri Ikut Buat Kurikulum Vokasi Jakarta -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) meminta industri terlibat dalam penyusunan kurikulum dan pengajarannya, terutama untuk pendidikan vokasi. Hal itu dikatakan terkait survei McKinsey Indonesia yang menyebut 23 juta pekerjaan .....