go green
Recent Issues

Oposisi Inggris Godok RUU Jegal Usul Brexit PM Boris Johnson

Oposisi Inggris Godok RUU Jegal Usul Brexit PM Boris Johnson

05 September 2019, 09:00:06

Kelompok oposisi di Parlemen Inggris bakal mencoba meloloskan rancangan undang-undang, untuk menghalangi niat Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan negara itu keluar dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan pada 31 Oktober mendatang. Proses legislasi pun dikebut selepas masa reses libur musim panas, meski Johnson memutuskan menonaktifkan sementara parlemen.

Menurut Ketua Partai Buruh dan pemimpin oposisi, Jeremy Corbyn, mereka bakal mengadakan rapat pada Selasa (3/9) besok guna membicarakan langkah untuk menjegal langkah Johnson yang berkeras melakukan Brexit tanpa kesepakatan. Sebab permintaan Johnson supaya Inggris melakukan perundingan ulang soal Brexit ditolak oleh Uni Eropa."Kabinet bayangan akan bertemu untuk mematangkan rencana kami untuk menghentikan bencana Brexit tanpa kesepakatan. Kami bekerja sama dengan seluruh pihak dengan cara apapun untuk menyelamatkan negara ini dari bahaya," kata Corbyn, seperti dilansir Reuters, Senin (2/9) kemarin.

Menurut Juru Bicara Partai Buruh, Keir Starmer, tujuan oposisi hanya satu. Yakni menghalangi rencana Johnson melakukan Brexit tanpa kesepakatan.

Sedangkan Menteri Koordinator Inggris, Michael Gove, pesimis langkah kelompok oposisi bakal berhasil. Menurut dia, jika oposisi meloloskan beleid itu, kecil kemungkinan pemerintah akan menyetujuinya di tenggat waktu yang pendek.
"Kami yakin perdana menteri membuat kemajuan dengan rekan-rekan di Uni Eropa dan para sekutu untuk mengamankan kesepakatan, dan saya tidak yakin ada pihak-pihak yang mau menghalangi hal ini," kata Gove.Apalagi Johnson menonaktifkan parlemen dari pertengahan September hingga pertengahan Oktober. Sedangkan tenggat Inggris untuk Brexit ditetapkan pada 31 Oktober.

Corbyn menuduh langkah Johnson menonaktifkan parlemen bertentangan dengan proses demokrasi. Sedangkan Johnson beralasan keputusan itu diambil untuk membungkam pihak-pihak yang dia anggap cuma mengacaukan agenda pemerintah dengan perdebatan Brexit yang tanpa henti di parlemen.
Kendati demikian, Corbyn juga harus bisa menarik dukungan dari sejumlah anggota parlemen Inggris dari faksi Konservatif, untuk meloloskan agendanya. Menurut mantan menteri Rory Stewart, ada kemungkinan segelintir anggota faksi Konservatif membelot menentang keputusan Johnson.

Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan proses pembahasan Brexit yang menemui jalan buntu seperti di era mantan perdana menteri Theresa May bisa terulang. Saat itu May dan parlemen sama sekali tidak menemukan solusi, hingga akhirnya politikus Partai Konservatif itu mengundurkan diri dari jabatannya.
Penentang yang tidak setuju Brexit tanpa kesepakatan mengatakan itu akan menjadi bencana bagi Inggris. Padahal Johnson menyatakan tidak ingin bernasib sama seperti May.




CnnIndonesia

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur Prodi Teknik Sipil Gelar Balsa Bridge Competition Tingkat Siswa SMK dan SMA se-Jawa Timur

24 Februari 2020, 01:50:17

Program studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas Narotama Surabaya, Jumat (21/2/2020) gelar Balsa Bridge Competition yang diikuti 40 tim sekolah SMA dan SMK se Jawa Timur. Kompetisi Balsa Bridge ini merupakan satu diantara kegiatan dari serangkaian acara yang digelar tahunan Civil Nation 2020. Liliana Hannes, sie acara Balsa Bridge Competition Universitas Narotama Surabaya menyampaikan bahwa kompetisi Balsa Bridge memang sengaja dipilih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor
23 Februari 2020, 09:00:29

Data Sensus Penduduk Online 2020 BPS Bisa Bocor Jakarta, Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyatakan Badan Pusat Statistik (BPS) wajib menjaga keamanan data Sensus Penduduk 2020, mengingat ada potensi terjadi kebocoran data seperti di Ekuador, .....