go green
Recent Issues

Kabut Asap Kepung Palangka Raya, Sekolah Diliburkan

Kabut Asap Kepung Palangka Raya, Sekolah Diliburkan

13 Agustus 2019, 09:00:12

Jakarta -- Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya meliburkan kegiatan sekolah karena kabut asap sudah mengepung ibu kota Kalimantan Tengah ini. Peliburan kegiatan belajar mengajar di sekolah sebagai upaya mencegah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan murid.

"Sementara sekolah hari ini diliburkan. Bagi mereka yang terlanjur berangkat dapat kembali belajar mandiri di rumah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Sahdin Hasan di Palangka Raya, Senin (12/8) dilansir dari ANTARA.

Disdik Kota Palangka Raya bersama instansi terkait lainnya juga terus memantau dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan dilakukan guna menerapkan kebijakan yang menurut hasil kajian diperlukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

"Jika nanti udara diketahui tidak sehat, apalagi membahayakan siswa, maka dimungkinkan sekolah akan kami liburkan," kata Sahdin.

Papan monitor Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palangka Raya pada Senin pukul 07.40 WIB menunjukkan nilai ISPU dengan parameter PM10, partikel di udara yang berukuran kurang dari 10 mikron, sempat ada pada angka 650 atau sangat berbahaya.

Sedangkan menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada Senin pagi konsentrasi PM10 di Kota Palangka Raya sempat mencapai 148,10 µgram/m3, mendekati batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien sebesar 150 µgram/m3.

Atas dasar itu, seorang warga, Ferry Santoso mengaku khawatir kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Palangka Raya bisa mengganggu kesehatan anaknya.

"Kalau saya punya pendapat demikian, saat ini sekolah agar diliburkan dahulu sampai bisa dipastikan kondisi udara tak lagi membahayakan kesehatan," ucapnya.

"Kalau siswa SMP sudah bisa disuruh memakai masker, tapi yang SD ini masih susah dan ini yang menjadikan kita was-was," kata ayah dari dua anak itu.

Dia berharap pemerintah kota melakukan tindakan konkret untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang memunculkan kabut asap di Kota Palangka Raya.

"Saya juga minta pemerintah dan pihak terkait tegas, menindak tegas pelaku pembakaran. Selain itu juga menyiapkan kebijakan yang jelas untuk penanggulangan karhutla dan kabut asap. Jangan tunggu kejadian baru bertindak," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Pendampingan Pengkaderan Bidang Ilmu MABA 2019 Pendampingan Pengkaderan Bidang Ilmu MABA 2019

22 Oktober 2019, 04:33:21

Karakter kepemimpinan di tingkat mahasiswa sangat penting. Bukan hanya bagi individu (pribadi), namun juga dalam tataran organisasi supaya prestasi yang pernah dicapai semakin meningkat ketika terjadi alih generasi kepemimpinan. Untuk mencapai hal tersebut, Universitas Narotama (UNNAR) mengadakan pendampingan Pengkaderan Bidang Ilmu (PBI) untuk mahasiswa baru (Maba) 2019. Acara pengkaderan dengan tema Out Bound Bela Negara tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 18 ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Bisnis Gojek Disebut Baik-baik Saja Tanpa Nadiem Makarim
22 Oktober 2019, 09:00:18

Bisnis Gojek Disebut Baik-baik Saja Tanpa Nadiem Makarim

Managing partner sekaligus pendiri Ideosource, Edward Ismawan Chamdani mengatakan keputusan Nadiem Makarim untuk hengkang tak menjadi masalah bagi keberlangsungan bisnis Gojek. Menurut Edward, bergabungnya Nadiem ke dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid .....