go green
Recent Issues

Polri Sebut 236 Kasus Pornografi Terjadi Sepanjang 2019

Polri Sebut 236 Kasus Pornografi Terjadi Sepanjang 2019

08 Agustus 2019, 09:00:00

Jakarta -- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Asep Adi Saputra mengungkapkan bahwa hingga Mei 2019 tercatat 236 kasus terkait pornografi, termasuk pelecehan seksual terhadap anak.

"Dari catatan itu, rentang usia korban pelecehan yang terjadi pada anak yakni sekitar 9 hingga 14 tahun. Dan 90 persen di antaranya dilakukan oleh orang terdekat," kata Asep dalam acara Talkshow Polemik Trijaya FM bertajuk Child Grooming & Darurat LBGT di D Consulate Menteng Jakarta, Sabtu (3/8).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa angka itu hanya berdasarkan pengaduan saja. Menurutnya, masih banyak korban yang tak berani melaporkan peristiwa yang dialami.

"Ini seperti fenomena gunung es, hanya bagian kecilnya saja yang terlihat. Pada persoalan ini, saat terjadi pada anak di bawah umur, banyak yang berpikir panjang untuk lapor, menganggap itu sebagai aib, dan memikirkan perkembangan sosial atau kejiwaan korban," paparnya.

"Karena bisa jadi, pelaku adalah dari orang dekat atau korban mendapatkan ancaman," tambah Asep.

Asep tak menjelaskan secara rinci terkait persentase kejahatan seksual terhadap anak dari data total kasus terkait pornografi yang terjadi sepanjang 2019. Dia hanya mengungkapkan bahwa 50 persen dari jumlah kasus itu telah mencapai tahap penyelesaian.

"Kendala yang kerap terjadi, pelaku banyak melakukan kejahatan lewat ranah yang sifatnya privat seperti direct message di media sosial dan WhatsApp. Itu yang menjadi persoalan kami bagaimana menembusnya," ujarnya.

Sementara, berdasarkan catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus terkait kejahatan seksual anak pada 2018, tercatat sebanyak 458 aduan.

Dari jumlah itu, 116 aduan merupakan anak sebagai korban kejahatan seksual online, 134 aduan anak sebagai korban pornografi dari media sosial, serta 96 aduan anak sebagai pelaku kejahatan seksual online dan 112 aduan anak merupakan pelaku kepemilikan media pornografi.

Menurut Sitti Hikmawaty yang hadir mewakili KPAI, angka anak sebagai korban kejahatan seksual pada tahun lalu menurun dibanding dengan 2017. Pada tahun itu, anak sebagai korban kejahatan online mencapai 126 aduan dan anak sebagai korban pornografi dari media sosial sebanyak 142 aduan.

"Yang menjadi salah satu penyebab adalah masalah kehidupan sosial ada pergeseran, termasuk teknologi yang borderless," katanya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan Riset Sejak Tahun 2000, Mahasiswa Magister Teknik UNNAR Eksplorasi Bioconc untuk Pembuatan Beton Ramah Lingkungan

18 Oktober 2019, 03:33:02

Sumber daya alam (SDA) Indonesia yang begitu melimpah seharusnya menjadi kesempatan para peneliti untuk membuat riset mengenai hal tersebut dengan lebih intens. Hal itulah yang dilakukan oleh Makno Basoeki, lulusan program studi Magister Teknik Universitas Narotama (UNNAR). Sejak tahun 2000, Makno melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk membuat produk beton karya anak bangsa yang berkualitas. “Diawali dari keprihatinan saya karena masih ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

188 Saham Menguat, IHSG Naik ke Level 6.169
18 Oktober 2019, 09:00:03

188 Saham Menguat, IHSG Naik ke Level 6.169 Jakarta -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi 6.169 pada Rabu (16/10) sore. Posisi tersebut menguat 0,19 persen dibandingkan Selasa (15/10). RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp8,8 .....

Server BMKG Diretas
17 Oktober 2019, 09:00:16

Server BMKG Diretas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan dan Geofisika (BMKG) menyebut server yang menangani data kualitas udara PM10 diretas. Peretasan ini menyebabkan tidak berfungsinya pengiriman otomatis data polutan PM10 di situs dan .....