go green
Recent Issues

OJK Tutup 43 Perusahaan Investasi Bodong

OJK Tutup 43 Perusahaan Investasi Bodong

09 Juli 2019, 09:00:01

Jakarta -- Satgas Waspada Investasi OJK menyebut telah menghentikan 43 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari pihak berwenang atau (investasi bodong ) yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing menjelaskan perusahaan investasi bodong yang dihentikan pihaknya terdiri dari 30 perdagangan mata uang asing (trading forex), dua investasi money game, dua multi level marketing, dan satu investasi perdagangan saham.

"Total kegiatan usaha yang diduga merupakan investasi ilegal dan dihentikan Satgas Waspada Investasi selama tahun ini menjadi 163 entitas (perusahaan investasi bodong )," ujar Tongam dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (4/7).

Ia menjelaskan penawaran investasi ilegal saat ini semakin mengkhawatirkan dan berbahaya bagi perekonomian. Para pelaku memanfaatkan kekurangpahaman masyarakat terhadap investasi dengan menawarkan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar.

"Kegiatan dan produk yang ditawarkan tidak berizin karena niat pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari masyarakat," ungkap dia.

Ia pun meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Masyarakat diimbau tak tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima.

"Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal," jelas dia.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan terdapat dua entitas yang telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Dobel Network Internasional dan PT Karunia Berjaya Selamanya. Kedua perusahaan itu telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing (MLM).

OJK pun memberikan sejumlah pedoman kepada masyarakat agar tak tertipu investasi bodong . Pertama, memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Kedua, memastikan izin produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Ketiga, terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan

10 Oktober 2019, 08:24:34

Kuliah ke luar negeri pilihan serius dan tidak bisa sekadar main-main. Paling tidak itu yang ditunjukkan Julia Lastremschi, mahasiswi asal Republik Moldova yang berkuliah di Universitas Narotama (UNNAR) demi membangun bisnis bagi masa depannya. Julia punya mimpi besar untuk membangun bisnis di masa depan dan mewujudkannya dengan memilih belajar manajemen dan marketing di luar negeri. "Aku selalu ingin belajar ke luar negeri. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Investor AS Siap Tanamkan Investasi Rp1,4 T di RI
14 Oktober 2019, 09:00:00

Investor AS Siap Tanamkan Investasi Rp1,4 T di RI Jakarta -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan perusahaan investasi swasta asal Amerika Serikat (AS) bernama Overseas Private Investment Corporation (OPIC) berencana menggelontorkan dana sebesar US$100 juta atau setara Rp1,4 .....

Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G
14 Oktober 2019, 09:00:00

Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G

HuaweiIndonesia menyatakan sampai saat ini masih ada kesenjangan antara ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dan perkembangan konektivitas 5G. Alhasil, Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia, Mohammad Rosidi, menjanjikan .....