go green
Recent Issues

Kekeringan Banyumas Meluas, 10 Ribu Jiwa di 12 Desa Terdampak

Kekeringan Banyumas Meluas, 10 Ribu Jiwa di 12 Desa Terdampak

07 Juli 2019, 09:00:03

Jakarta -- Wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang mengalami kekeringan meluas dari sepuluh desa menjadi 12 desa berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto di Purwokerto, Jumat, mengatakan 12 desa yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih tersebar di sembilan kecamatan.

Menurut data BPBD, kekeringan antara lain mulai melanda Desa Karanganyar di Kecamatan Patikraja; Desa Nusadadi dan Karanggendang di Kecamatan Sumpiuh; serta Desa Kediri dan Tamansari di Kecamatan Karanglewas.

Desa Banjarparakan dan Tipar di Kecamatan Rawalo; Desa Srowot di Kecamatan Kalibagor; Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang; Desa Karangtalun Kidul di Kecamatan Purwojati; Desa Jatisaba di Kecamatan Cilongok; dan Desa Buniayu di Kecamatan Tambak juga menghadapi kekeringan.

Kekeringan dan krisis air bersih yang melanda 12 desa tersebut berdampak pada sekitar 3.150 keluarga yang terdiri atas 10.876 warga.

"Kami sudah mendistribusikan air bersih kepada mereka yang membutuhkan," kata Ariono.

Dia mengatakan, BPBD sudah menyiapkan sekitar 1.000 tangki air bersih guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya krisis air bersih akibat kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam analisisnya merumuskan tiga kategori potensi kekeringan yang tersebar di sejumlah wilayah yaitu Awas, Siaga, dan Waspada.

Daerah dengan potensi kekeringan kategori Awas antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, sebagian besar Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk kategori Siaga antara lain Jakarta Utara dan Banten. Kemudian untuk kategori WASPADA antara lain Aceh, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan terutama yang berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan Julia Lastremschi, Influencer Moldova Kuliah di Universitas Narotama Demi Bangun Bisnis Masa Depan

10 Oktober 2019, 08:24:34

Kuliah ke luar negeri pilihan serius dan tidak bisa sekadar main-main. Paling tidak itu yang ditunjukkan Julia Lastremschi, mahasiswi asal Republik Moldova yang berkuliah di Universitas Narotama (UNNAR) demi membangun bisnis bagi masa depannya. Julia punya mimpi besar untuk membangun bisnis di masa depan dan mewujudkannya dengan memilih belajar manajemen dan marketing di luar negeri. "Aku selalu ingin belajar ke luar negeri. ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Investor AS Siap Tanamkan Investasi Rp1,4 T di RI
14 Oktober 2019, 09:00:00

Investor AS Siap Tanamkan Investasi Rp1,4 T di RI Jakarta -- Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan perusahaan investasi swasta asal Amerika Serikat (AS) bernama Overseas Private Investment Corporation (OPIC) berencana menggelontorkan dana sebesar US$100 juta atau setara Rp1,4 .....

Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G
14 Oktober 2019, 09:00:00

Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G

HuaweiIndonesia menyatakan sampai saat ini masih ada kesenjangan antara ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dan perkembangan konektivitas 5G. Alhasil, Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia, Mohammad Rosidi, menjanjikan .....