go green
Recent Issues

Facebook Beri Rekomendasi Aturan Perlindungan Data Pribadi

Facebook Beri Rekomendasi Aturan Perlindungan Data Pribadi

05 Juli 2019, 09:00:04

Facebook memberikan beberapa rekomendasi terkait aturan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia. Rekomendasi dari Facebook berfokus pada kewajiban permintaan persetujuan (consent) dari pemroses dan pengolah data kepada pemilik data.

Facebook APAC Privacy and Public Policy Manager Arianne Jimenez mengatakan kewajiban persetujuan tersebut seharusnya jangan dijadikan sebagai satu-satunya dasar legalitas agar bisa memroses data.
"Saat memroses data, Anda harus punya dasar legal untuk memroses data. Rekomendasi kami memroses juga harus bisa dilakukan oleh dasar legal selain persetujuan," kata Jimenez dalam diskusi bertajuk `Melindungi Privasi Data di Indonesia` di Jakarta Selatan, Rabu (3/7).

Jimenez merujuk pada General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa, setidaknya ada enam dasar legal untuk para pengolah dan pemroses data yang memvalidasi pemrosesan data.
Aturan PDP disebut-sebut oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan sesuai GDPR dengan beberapa hal yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
"Saya ingin klarifikasi bahwa GDPR tidak membutuhkan persetujuan untuk setiap pengoleksian data. Persetujuan hanya satu dari enam dasar legalitas untuk proses data," katanya.

Jimenez menjelaskan rekanan Facebook di Eropa memiliki enam dasar legalitas untuk pemrosesan data. Negara-negara tersebut bisa memilih mana dasar legalitas yang paling sesuai.
Enam dasar legalitas di antaranya adalah persetujuan (consent), kontrak (contract), kewajiban hukum (legal obligations), kepentingan vital (vital interests), tugas publik (public task), kepentingan yang sah (legitimate interests).
"Kalau hanya berdasarkan persetujuan, itu tidak praktis dan tidak fleksibel. Kalau memang persetujuan juga harus lebih fleksibel dan sesuai dengan keadaan," ucapnya.

Jimenez mengatakan persetujuan bertubi-tubi juga akan `melelahkan` bagi pengguna atau pemilik data. Misalkan ketika menggunakan aplikasi, Anda terus-terusan dimintai persetujuan.
"Kita haruslah hindari hal yang disebut `notice fatigue`. Ini terjadi ketika Anda kelelahan atau bingung dengan banyak informasi. Agar lebih fleksibel kita harus buat Informasi persetujuan dengan cara yang `short burst` (singkat dan cepat) atau lebih kreatif. Ini lebih fleksibel," ujar Jimenez.

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan

19 Juli 2019, 08:05:41

Ulfa Alvianti dan Firman Ardiansyah, mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) yang baru saja pulang dari student exchange mereka di National University of Kaohsiung (NUK) Taiwan selama 1 semester, membagikan cerita dan pengalamannya. Mereka berdua tampak ceria meskipun ternyata mereka sempat mengalami beberapa kesulitan selama di Taiwan. “Kesulitannya sebagian besar adalah karena faktor bahasa. Meskipun di kelas semuanya menggunakan bahasa Inggris, tapi kami ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

BI Optimis Bank Segera Pangkas Bunga Kredit
19 Juli 2019, 09:00:03

BI Optimis Bank Segera Pangkas Bunga Kredit Jakarta -- Bank Indonesia (BI) optimistis Perbankan segera ikut menurunkan bunga kredit usai keputusan penurunan suku bunga acuan yang diambil pada hari ini, Kamis (18/7). Transmisi penurunan bunga diharapkan mampu .....

Airlangga Sebut Target Investasi Mobil Listrik Capai Rp100 T
19 Juli 2019, 09:00:00

Airlangga Sebut Target Investasi Mobil Listrik Capai Rp100 T

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Kamis (18/7), mengungkap, total investasi dari dua produsen otomotif, Toyota dan Hyundai, yang bakal diberikan ke Indonesia .....