go green
Recent Issues

Manipulasi Suara, Anggota Bawaslu Indragiri Hulu Divonis Bui

Manipulasi Suara, Anggota Bawaslu Indragiri Hulu Divonis Bui

06 Juli 2019, 09:00:05

Jakarta -- Anggota Bawaslu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Sovia Warman divonis empat bulan penjara dan denda Rp8 juta potong subsider satu bulan karena terbukti terlibat manipulasi penggelembungan suara pada Pemilu 2019.

Vonis tersebut dibacakan dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri setempat, Selasa (2/7). Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa dihukum lima bulan dan denda Rp16 juta.

Seperti dilansir Antara, dalam pembacaan putusan sidang kemarin Sovia dinyatakan bersalah telah melanggar Pasal 532 jo 551 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Tindakan terdakwa Sovia dinilai majelis hakim telah mencederai nilai-nilai demokrasi dan sempat beberapa kali memberikan keterangan yang berbelit-belit.

Dalam vonis majelis hakim juga memutuskan barang bukti berupa uang sebanyak Rp29 juta terdiri dari 240 lembar pecahan seratus ribu dan 100 lembar pecahan lima puluh ribu dirampas untuk diberikan ke kas negara.

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Darma Indo Damanik didampingi dua anggota Majelis Imanuel MP Siratit dan Debora Manulang.

Setelah pembacaan putusan, kuasa hukum terdakwa, Dodi Fernando mengaku pikir-pikir dahulu untuk banding kepada Ketua Majelis.

Sementara untuk dua orang terdakwa lainnya, Randa Ronaldo dan Masnur, majelis hakim menjatuhkan vonis dua bulan penjara dan denda Rp8 juta serta subsider satu bulan.

Dalam kasus itu sendiri ada enam tersangka yakni Randa Ronaldo (Ketua PPK Rengat), Muhammad Ridwan (Anggota PPK Rengat), Masnur (Ketua Panwaslu Kecamatan Rengat), Tabroni (warga kecamatan Pasir Penyu), Sovia Warman (Anggota Bawaslu Kabupaten Inhu), dan Doni Rinaldi Caleg DPRD Dapil 1 Inhu dari partai PPP.

Sebelumnya, Sovia Warmandidakwa ikut serta dalam penggelembungan suara milik Doni Rinaldi yang merupakan calon legislatif DPRD Indragiri Hulu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu caleg yang merasa adanya perbedaan perolehan suara yang ada di TPS (form C1) dengan hasil rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (form DAA1).

Sebelumnya, berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, dari awalnya hanya ada dua tersangka lalu berkembang termasuk salah satu anggota Bawaslu Kabupaten Inhu.

Para tersangka diberikan uang sebesar Rp29 juta dan diiming-imingi Rp5 juta setiap bulannya jika terdakwa Doni sudah resmi dilantik menjadi anggota DPRD di Kabupaten Indragiri Hulu.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan Kendala Bahasa Jadi Penyemangat Mahasiswa UNNAR Jalani `Student Exchange` di Taiwan

19 Juli 2019, 08:05:41

Ulfa Alvianti dan Firman Ardiansyah, mahasiswa Universitas Narotama (UNNAR) yang baru saja pulang dari student exchange mereka di National University of Kaohsiung (NUK) Taiwan selama 1 semester, membagikan cerita dan pengalamannya. Mereka berdua tampak ceria meskipun ternyata mereka sempat mengalami beberapa kesulitan selama di Taiwan. “Kesulitannya sebagian besar adalah karena faktor bahasa. Meskipun di kelas semuanya menggunakan bahasa Inggris, tapi kami ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

BI Optimis Bank Segera Pangkas Bunga Kredit
19 Juli 2019, 09:00:03

BI Optimis Bank Segera Pangkas Bunga Kredit Jakarta -- Bank Indonesia (BI) optimistis Perbankan segera ikut menurunkan bunga kredit usai keputusan penurunan suku bunga acuan yang diambil pada hari ini, Kamis (18/7). Transmisi penurunan bunga diharapkan mampu .....

Airlangga Sebut Target Investasi Mobil Listrik Capai Rp100 T
19 Juli 2019, 09:00:00

Airlangga Sebut Target Investasi Mobil Listrik Capai Rp100 T

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Kamis (18/7), mengungkap, total investasi dari dua produsen otomotif, Toyota dan Hyundai, yang bakal diberikan ke Indonesia .....