go green
Recent Issues

Siasat Atur Keuangan demi Bertahan Hidup usai Lebaran

Siasat Atur Keuangan demi Bertahan Hidup usai Lebaran

12 Juni 2019, 09:00:00

Jakarta -- Umat Muslim di seluruh penjara dunia baru saja merayakan Idul Fitri 1440 Hijriah. Sebagian besar masyarakat sudah menghabiskan uangnya untuk mengantongi tiket mudik, kue kering, baju baru, hingga angpao untuk sanak saudara.

Kini usai Lebaran, ada baiknya melihat kembali sisa dana yang dimiliki untuk bertahan hidup hingga waktu gajian mendatang.

Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo mengatakan setelah melihat sisa dana, sebaiknya susun alokasi pengeluaran. Penyusunan alokasi dilakukan dari hal-hal yang sifatnya wajib, seperti membayar cicilan, pajak kendaraan, tagihan listrik dan telepon, serta lainnya.

Selain itu, perkirakan berapa dana yang dibutuhkan untuk bertahan hidup hingga tanggal gajian mendatang. Lalu, kalkulasikan kebutuhan tersebut dan bandingkan dengan sisa dana yang dimiliki

Menurut Budi, hindari sebisa mungkin untuk berutang dengan melihat kembali pos pengeluaran yang masih bisa dipangkas.

Namun jika memang terpaksa berutang, Budi menyarankan utang dilakukan dengan bijak dan ditutup dengan cepat. Ia juga menekankan utang sebaiknya hanya dilakukan untuk kebutuhan mendesak, seperti tiba-tiba sakit, lalu membayar biaya pengobatan dengan kartu kredit.

"Kalau bisa utang yang diambil itu utang yang bisa cepat dilunasi dalam jangka waktu 1-2 bulan. Kalau sampai 12 bulan, itu tidak benar. Lebih baik urungkan niat," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad juga menyarankan untuk tak menarik utang meski tak memiliki dana cukup untuk memenuhi kebutuhan usai Lebaran. Ia lebih menyarankan untuk menggadaikan barang-barang milik pribadi, seperti emas, elektronik, dan lainnya.

Gadai, katanya, bisa dimanfaatkan karena nantinya barang yang dimiliki bisa ditebus kembali ketika sudah memiliki uang. Selain itu, jatuh tempo gadai yang rata-rata berdurasi empat bulan dinilai pas.

"Karena tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Kalau pun tidak bisa menebus sampai jatuh tempo, mash bisa dinego untuk memperpanjang masa tebusan," tuturnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research` Fakultas Teknik Gelar Workshop `International Higher Education and Research`

21 Agustus 2019, 07:45:57

Fakultas Teknik (FT) Universitas Narotama (UNNAR) menggelar Workshop `International Higher Education and Research` : Simposium Cendikia Kelas Dunia dengan menghadirkan narasumber yaitu Dr. Bambang Trigunarsyah Suhariadi, BSc, MT, Ph.D (RMIT University, Australia) dan Dr. Dani Harmanto, C.Eng, MTED, (University of Derby, UK), Rabu (21/8/2019) di Ruang Rapat Gedung D. Workshop ini dibuka oleh Dekan FT Dr. Ir. Koespiadi, MT dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat
22 Agustus 2019, 09:00:01

Tak Bisa Gaji Staf, Presiden Palestina Pecat Semua Penasihat

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan memecat semua penasihatnya lantaran tak sanggup menggaji pegawai. Kantor Kepresidenan Palestina tidak menjelaskan jumlah penasihat presiden yang diputus kontrak kerjanya. Kantor tersebut hanya merujuk pada .....