go green
Recent Issues

Tiga Titik Diprediksi Jadi Simpul Kemacetan di Tol Trans Jawa

Tiga Titik Diprediksi Jadi Simpul Kemacetan di Tol Trans Jawa

07 Juni 2019, 09:00:01

Jakarta -- Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemudik mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa.

Kepala BPJT Kementerian PUPR Danang Parikesit memprediksi ada tiga titik yang perlu diwaspadai pemudik sebagai simpul kemacetan, yaitu Cikampek Utama, pintu tol Kalikangkung, dan Kartosuro-Solo.

"Di ketiga tempat tersebut, kemarin kita cek sudah mulai dipasang gardu tambahan untuk bisa mengakomodasi lonjakan volume kendaraan yang tinggi," kata Danang, Rabu (29/5).

Ia berharap penambahan gardu tol tersebut maka proses transaksi tol juga bisa menjadi lebih cepat, yaitu diperkirakan sekitar 3-4 detik per kendaraan.

Selain pemasangan gardu tambahan, lanjutnya, strategi lain untuk mengatur kelancaran proses mudik Lebaran 2019 diantaranya, pemberlakuan diskon tarif tol 15 persen pada 27-29 Mei dan 10-12 Juni, serta rekayasa lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik dengan sistem satu arah dan contra flow.

"Jadi tiga hal tersebut secara strategi kita terapkan bersama dengan Korlantas Polri, Ditjen Perhubungan Darat, dan Ditjen Bina Marga untuk mengatur proses mudik," ucap Danang.

Memasuki massa mudik lebaran 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) juga telah memetakan 16 titik rawan kemacetan di Jatim.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jatim, Fattah Jasin menyebutkan, 16 titik rawan kemacetan itu tersebar mulai dari wilayah Madura, jalur Pantura hingga jalur tengah.

"Meliputi Ketapang-Banyuwangi, Pasar Ranuyoso, Pasar Wates Wetan-Lumajang, Pasar Tanah Merah, Pasar Blegah-Bangkalan," jelas Fattah, Rabu (29/5), saat ditemui di Surabaya.

Titik rawan kemacetan berikutnya ada di Simpang Medaeng-Sidoarjo, Simpang Empat Taman Dayu, Simpang Tiga Purwosari-Pasuruan, Pasar Lawang, Pasar Singosari, Simpang Empat Underpas Karanglo - Malang, dan Pasar Babat-Lamongan.

"Lalu, di Simpang Tiga Masjid Moeldoko-Jombang, Simpang 4 Mengkreng, Pasar Bagor Nganjuk dan Perlintasan rel kereta api Kaligunting Caruban - Madiun," lanjutnya.

Fattah menuturkan, untuk mengantisipasi kemacetan, nantinya akan ditempatkan sejumlah petugas di lokasi titik-titik rawan itu.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya juga telah membuat aturan pelarangan bagi angkutan umum untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di titik rawan macet.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....