go green
Recent Issues

Publikasi Ilmiah RI Peringkat 2 di ASEAN

Publikasi Ilmiah RI Peringkat 2 di ASEAN

09 Juni 2019, 09:00:01

Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat internasional. Saat ini posisi Indonesia terus meningkat dan sudah berada di rangking dua se-Asia Tenggara (ASEAN). Jumlah publikasi internasional dari Indonesia mencapai 32.951. Sementara Malaysia yang berada di posisi satu se- Asia Tenggara memiliki 33.415 publikasi internasional.
“Publikasi kita sudah nomor dua di Asia Tenggara. Lompatannya luar biasa. Yang lima tahun lalu (selama) 20 tahun sebelumnya Indonesia belum pernah di atas Thailand. Alhamdulillah, dengan berbagai kebijakan yang kita lakukan, Indonesia sudah masuk rangking dua di Asia Tenggara,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat acara Buka Bersama untuk Meningkatkan Peran dan Komunikasi UI dengan Masyarakat Sekitar Universitas Indonesia (UI) di kampus UI Salemba, Jakarta.
Mantan rektor Universitas Diponegoro ini mengatakan, prestasi ini pun mendapat perhatian dari lembaga pengindeks publikasi ilmiah internasional Islamic World Science Citation Center. Lembaga ini pada 2016 lalu mencatat bahwa pertumbuhan publikasi Indonesia sangat luar biasa karena publikasinya tumbuh 1.600%. Nasir mengatakan, memang secara kuantitas jumlah publikasi internasional yang dihasilkan masih jauh dari negara lain. Namun, ISC memberikan penghargaan karena pertumbuhan publikasi yang diciptakan itu luar biasa. “Ini jika berjalan terus sampai 10 tahun ke depan, Indonesia bisa akan menjadi negara rujukan dunia dalam masalah riset,“ katanya.
Jumlah publikasi internasional yang luar biasa ini, kata dia, belumlah cukup untuk iklim penelitian di Indonesia. Karena itu, setelah riset harus dilanjutkan dengan adanya inovasi. Sebab riset adalah dasar dari lahirnya prototipe dan inovasi. Sebab inovasi ini yang akan memengaruhi dan menggerakkan perekonomian Indonesia. Rektor UI Muhammad Anis memaparkan, UI memiliki target tersendiri dalam meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah. Khusus 2019, UI menargetkan dapat menghasilkan 3.000 publikasi internasional yang mengedepankan multidisiplin ilmu. “Sejak saya menjabat menjadi rektor, jurnal internasional yang dihasilkan UI masih 1.000. Tetapi, terus meningkat dan hingga saat ini mencapai 3.000 jurnal,” ujarnya.
Menurut Anis, meski pun secara nasional tidak ada target yang ditetapkan pemerintah, tetapi UI telah memetakan keunggulan yang dimilik, yakni untuk bidang kesehatan dan sosial ekonomi. Dengan begitu, riset ke depan akan fokus pada sosiohealth. Dalam menghasilkan riset berdaya saing tinggi dan sesuai dengan kebutuhan pasar, kata dia, UI berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Dalam hal ini pemerintah, peneliti dari luar negeri, industri, dan lembaga internasional. Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) UI 2016-2019 Arief Budhy Hardono menjelaskan, banyak pihak memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara keempat atau kelima besar dunia. Sementara UI saat ini masih ada di posisi 292 dunia. Dia pun berharap UI bisa meningkat lagi posisinya di kancah dunia. “Ini menjadi tantangan bagi UI. Kalau bangsa ini sudah lima besar dunia maka bagaimana dengan UI yang 292 dunia. Tentu setidak-tidaknya masuk 50 besar dunia,” katanya. Peran alumni untuk mengangkat posisi UI ialah dengan memberikan konsep koneksi alumni. Dengan demikian, alumni bisa berkolaborasi dan bersinergi untuk memberikan solusi sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Menurut dia, solusi yang diberikan haruslah mengakselerasi sesuai dengan target kebangsaan dan negara Indonesia yang adil dan makmur.



Sumber: OkeZone.Com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran
26 Juni 2019, 09:00:14

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran Rusia mengecam sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut merupakan langkah yang ilegal. Dalam jumpa pers rutin, Peskov enggan .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....