go green
Recent Issues

177 Napi Lapas Langkat Kabur, 68 Orang Masih Diburu

177 Napi Lapas Langkat Kabur, 68 Orang Masih Diburu

30 Mei 2019, 09:00:08

Medan -- Kericuhan di Lapas Narkotika Kelas III Hinai, Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya dapat diatasi, Kamis (16/5). Tercatat ada 177 orang napi yang kabur saat terjadi kericuhan. Dari jumlah itu, sisa yang belum ditemukan atau masih diburu ada 68 napi.

"Saat kejadian yang lari 177 orang napi. Jadi yang tertangkap atau kembali maupun diserahkan keluarganya ada 107 orang," kata Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Jahari Sitepu, Jumat (17/5).

Jahari menyebutkan para napi yang telah tertangkap itu saat ini dititipkan di Rutan Tanjung Pura 60 orang, Lapas Binjai 43 orang, Lapas Kelas 1 Medan 1 orang, Rutan Pangkalan Brandan 3 orang napi.

"Sehingga total yang sudah ditangkap ada 107 orang dan yang masih dicari 68 orang lagi," urainya, sekaligus mengklarifikasi ucapan sebelumnya yang menyatakan ada 53 narapidana yang masih diburu.

Menurut Jahari, pencarian melibatkan personel dari jajaran Polda Sumut dan tim Kemenkumham. Dia juga mengimbau masyarakat maupun keluarga napi agar menyerahkan para napi ke Lapas atau pihak kepolisian.

"Pencarian melibatkan polisi dan tim kita. Kita imbau masyarakat kalau ada misalnya ketemu, kita minta serahkan saja. Saat ini situasi sudah kondusif, kita sudah jinakkan mereka," jelasnya.

Selain itu, para napi juga menyampaikan sejumlah tuntutan mereka. Salah satunya agar PP 99 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. PP 99 ini mengatur pengetatan remisi bagi terpidana narkotika, terpidana korupsi dan terpidana teroris.

"Tuntutan yang disampaikan napi PP 99, mereka minta kalau enggak dihapus atau direvisi, tuntutan lain biasalah, ada soal makanan, padahal makanan yang dikasih buat mereka bagus," ucapnya.

Dia menambahkan saat kerusuhan terjadi ada 1.635 orang warga binaan yang menghuni Lapas Narkoba Kelas III Langkat ini. Ribuan napi itu hanya dijaga oleh 11 orang sipir.

"Sementara kapasitas lapas itu 915 orang. Petugas yang berjaga hanya 11 orang. Memang sudah over kapasitas. Warga binaan ini mereka mengamuk setelah petugas menangkap narkoba sehingga terjadi kericuhan itu," ungkapnya.

Pasca kerusuhan, situasi lapas telah kondusif. Aparat bersenjata dari Kodim 0203 Langkat, Batalyon 100 Raiders dan Bataliyon Infantri 8 Marinir melakukan pengamanan dalam dan seputaran lokasi lapas. Sedangkan jajaran Polda Sumut melakukan penjagaan siaga di jalan-jalan menuju masuk lokasi lapas

Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di Lapas Narkotika Kelas III, Langkat, Sumut, Kamis (16/5) siang. Napi dan tahanan mengamuk dan merusak kendaraan di lapas karena emosi melihat rekan mereka disiksa sipir. Sejumlah mobil dan sepeda motor dibakar.

Kaca-kaca di Lapas juga berpecahan. Begitu juga dengan rumah-rumah pegawai lapas yang ada di depan. Ratusan orang napi kabur usai menjebol pagar lapas. Sementara itu banyak napi yang berada hingga ke luar pagar tapi tidak mau kabur. Umumnya yang tidak mau kabur karena masa tahanannya segera berakhir.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan Keterbatasan Tak Halangi Perjalanan Firdaus Menyelesaikan Perkuliahan

21 September 2019, 04:29:13

Keterbatasan tidak seharusnya menjadi halangan seseorang untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh Firdaus Hassan, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR). Sejak kecil, Firdaus memiliki sebuah keterbatasan yaitu tidak dapat mendengar dengan sempurna (tuna rungu). Meski begitu, Firdaus tidak pernah bersekolah di Sekolah Luar Biasa, melainkan selalu bersekolah di sekolah reguler. Dengan keterbatasannya, Firdaus berusaha untuk bisa memahami pembelajaran dengan ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme
22 September 2019, 09:00:01

PPATK Waspadai Donasi Kemanusiaan untuk Dana Terorisme Jakarta -- Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus ada indikasi donasi yang digalang lembaga kemanusiaan justru diselewengkan untuk pendanaan terorisme. Penggalangan dana juga dilakukan melalui media sosial. Koordinator Riset .....

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data
20 September 2019, 09:00:00

Facebook Sebut Bantu Pemerintah Soal Aturan Privasi Data

Manajer Kampanye Kebijakan untuk FacebookIndonesia, Noudhy Valdryno mengatakan pihaknya bakal terus bekerjasama dengan kementerian terkait untuk segera menetapkan aturan soal keamanan dan privasi data. "Tentunya terus kita bekerjasama, kita menghormati .....