go green
Recent Issues

Kasus Suap, Hakim Tipikor PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Suap, Hakim Tipikor PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

27 Mei 2019, 09:00:00

Jakarta -- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis enam tahun penjara pada hakim ad hoc tipikor PN Medan Merry Purba. Merry dinilai terbukti menerima suap sebesar US$150 ribu dari pengusaha terkait pengurusan perkara korupsi di PN Medan.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama enam tahun dan pidana denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu membayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," ujar Ketua Majelis Hakim Saifudin Zuhri saat membacakan amar putusan, Kamis (16/5).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni sembilan tahun penjara. Merry juga tidak diminta membayar uang pengganti seperti yang dituntut jaksa.

Kendati demikian, hakim menyatakan Merry berperan aktif dalam pengurusan perkara tersebut. Perbuatan Merry juga dianggap telah mencederai lembaga peradilan.

"Perbuatan terdakwa juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi," katanya.

Menanggapi vonis hakim tersebut, Merry menyatakan akan mengajukan banding. Ia berkukuh tak pernah menerima suap apapun terkait pengurusan perkara di PN Medan.

"Saya tidak pernah menerima apapun terutama menerima uang. Saya harus banding, saya tidak pernah menerima itu semua," ucapnya sambil terisak.

Merry sebelumnya diduga menerima suap sebesar Sin$280 ribu dari Tamin selaku terdakwa korupsi penjualan tanah yang masih berstatus aset negara. Uang tersebut diberikan kepada Merry diduga untuk mempengaruhi putusan majelis hakim pada perkara yang menjerat Tamin.

Merry adalah salah satu anggota majelis hakim yang menangani perkara Tasmin. Sementara ketua majelis hakim perkara Tamin adalah Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam putusan yang dibacakan pada 27 Agustus 2018, Mery menyatakan dissenting opinion.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama ITN Malang Lakukan Studi Banding ke Universitas Narotama

22 Juni 2019, 06:30:07

Menindaklanjuti adanya Nota Kesepakatan Bersama (Memorandum of Agreement/MoA) yang telah ditantangani pada 13 April 2019. Delegasi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin oleh Rektor Dr. Ir. Kustamar, MT melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Narotama (UNNAR), Sabtu (22/6/2019). Rombongan diterima langsung oleh Rektor UNNAR Dr. Arasy Alimudin, SE, MM dan jajaran struktural bertempat di Conference Hall Gedung C. Rektor UNNAR ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran
26 Juni 2019, 09:00:14

Rusia Kecam Sanksi Baru AS untuk Iran Rusia mengecam sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran. Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan penjatuhan sanksi tersebut merupakan langkah yang ilegal. Dalam jumpa pers rutin, Peskov enggan .....

Indonesia Belum Kebelet 5G
26 Juni 2019, 09:00:14

Indonesia Belum Kebelet 5G Sedang menantikan implementasi 5G secara komersial di Indonesia? Harap sabar karena pemerintah belum kebelet meregulasi jaringan generasi kelima tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan .....