go green
Recent Issues

Polisi Blokir 2.500 Akun Provokator Pemilu 2019

Polisi Blokir 2.500 Akun Provokator Pemilu 2019

12 Mei 2019, 09:00:17

Jakarta -- Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mengaku telah melakukan pemblokiran terhadap ribuan akun media sosial yang dinilai telah menyebarkan konten hoaks atau provokasi selama proses Pemilu 2019.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera Selasa (7/5) menyebutkan bahwa jumlah akun yang diblokir tersebut bahkan mencapai 2.500.

"Menyikapi tentang perkembangan hoaks terus-menerus tentang eksistensi dan legitimasi dari Pada pelaksanaan Pemilu, Polda Jawa Timur sudah melakukan intervensi terhadap akun-akun yang menyebarkan hoaks ini ada 2500 akun," kata Barung.

Barung menyebut pemblokiran ribuan akun media sosial itu, dilakukan lantaran akun-akun teesebut ditengarai adalah akun palsu atau anonim yang menyebarkan opini tak bertanggungjawab dan menyerang Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Mereka yang disebarkan adalah delegitimasi terhadap KPU, ketidakpercayaan, dan menyerang eksistensi pemerintah dengan akun-akun palsu yang sengaja mereka buat untuk melakukan penyebaran ini," ujar Barung.

"Ingat saja bahwa ada legitimasi dari instansi yang sudah diberikan wewenang oleh undang-undang yaitu KPU. Kita tidak ingin masyarakat terprovokasi," tambahnya.

Pemblokiran 2.500 akun itu pun kata Barung, telah dilakukan sejak beberapa bulan lamanya, yakni dari Januari hingga April 2019. Akun tersebut, kata dia juga berasal berbagai platform media sosial seperti, twitter, instagram, dan juga facebook.

Kendati demikian, polisi kata Barung belum mengamankan pelaku penyebar hoaks di antara ribuan akun tersebut. Ia mengaku polisi masih berusaha mendeteksinya, sebab diketahui para pengguna akun memanfaatkan jaringan wi-fi publik yang sulit dijangkau.

"Kalau kita tahu orangnya pasti kita tangkap. Setelah kita profiling, dia menggunakan public wifi untuk membuat akun. Yang kita data ya akun yang di public wifi itu padahal orangnya bukan itu," imbuhnya.

Dengan kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan akun-akun palsu yang melakukan memprovokasi dan hasutan dalam gelaran pemilu ini.

Ia berpesan, jika kembali mendapati ada akun yang yang melakukan hasutan dan informasi yang tak jelas kebenarannya, ia meminta masyarakat untuk menanyakan hal itu kepada KPU, Bawaslu, serta pihak keamanan lainnya.

"Masyarakat jangan terlalu percaya dengan akun-akun ini. Tanyakan kepada kepolisian, tanyakan kepada KPU, tanyakan kepada Bawaslu dan tanyakan kepada rekan-rekan TNI apakah ini benar atau tidak," pesan Barung.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama SMK Pawiyatan Surabaya Lakukan Kunjungan Industri ke Universitas Narotama

23 Agustus 2019, 06:36:35

Sebanyak 96 siswa dan 6 guru pendamping Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) “Pawiyatan” Surabaya melakukan Kunjungan Industri ke kampus Universitas Narotama (UNNAR) pada Kamis, 22 Agustus 2019. Kedatangan rombongan SMK Pawiyatan disambut langsung oleh Kaprodi Sistem Komputer (FIK) Slamet Winardi, ST, MM dan Direktur Marketing, Qausya Faviandhani, SE, MM di Plaza Gedung E UNNAR. Kegiatan tersebut dimanfaatkan oleh para siswa untuk ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Iran Luncurkan Bavar-373, Sistem Rudal Buatan Sendiri
26 Agustus 2019, 09:00:18

Iran Luncurkan Bavar-373, Sistem Rudal Buatan Sendiri

Iran meluncurkan sistem pertahanan rudal buatan sendiri, Kamis (22/8). Sistem bernama Bavar-373 itu diluncurkan saat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Iran menganggap Bavar-373 menjadi pesaing sistem rudal S-300 milik .....