go green
Recent Issues

Dua Kurir Selundupkan Sabu dari Malaysia dalam Perut

Dua Kurir Selundupkan Sabu dari Malaysia dalam Perut

16 April 2019, 09:00:00

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riaumenangkap dua pelaku kurir narkoba jaringan internasional dengan modus menyembunyikan sabu di dalam perut. Kedua pelaku membawa narkoba itu lewat kapal dari Malaysia.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga menuturkan penangkapan tersebut bermula dari informasi bahwa ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang membawa narkoba jenis kristal bening diduga sabu.

Keduanya membawa sabu tersebut menggunakan kapal penumpang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batam Center.

Sekitar pukul 16.00 WIB, seluruh penumpang kapal dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia telah keluar dari pintu kedatangan di Pelabuhan Batam Center.

"Petugas mencurigai dua orang pasangan laki-laki dan perempuan," kata Erlangga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/4).

Erlangga menuturkan kedua orang yang dicurigai tersebut kemudian diinterogasi oleh petugas kepolisian. Pelaku PR, sambungnya, mengaku bahwa dirinya membawa sabu yang disimpan di dalam perut setelah sebelummya dimasukkan melalui anus. Total sabu yang dibawa sebanyak empat bungkus dengan berat 263,79 gram

Kemudian pelaku SN, juga mengaku membawa sabu sebanyak empat bungkus di dalam perutnya. Total sabu yang dibawa seberat 254,93 gram.

Erlangga menuturkan saat ini kedua pelaku telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Kepri guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Lebih dari itu, atas perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun," ucap Erlangga.

Terpisah, Badan Narkotika Nasional (BNN) membawa pulang dua orang penyelundup narkotika seberat 64 kilogram jaringan Malaysia-Indonesia (Aceh-Dumai-Medan).

"BNN telah berhasil membawa pulang dari Malaysia 2 orang tersangka penyelundup sekitar 64 kg narkoba jenis sabu masing-masing Samsul Bahti dan Maman Nurmansyah," kata Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari di Kantor BNN Provinsi Sumut, Medan, Jumat (12/4/2019).

Penyeludupan barang haram itu dilakukan pada 13 September 2018. Awalnya, ditemukan satu unit speed boat tidak bertuan berisi 64 kilogram sabu di Pantai Sruway, Aceh, Tamiang oleh TNI AL.

"Hasil penyelidikan oleh team BNN menunjukan bahwa narkoba jenis sabu tersebut diselundupkan dari Malaysia oleh dua orang yaitu Samsul Bahti dan Maman Nurmansyah yang berhasil melarikan diri ketika speed boat ditemukan," urainya.

BNN lantas mendeteksi bahwa kedua orang tersebut melarikan diri ke Malaysia. Atas kerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) khususnya Jenayah Narkotika Malaysia, tim menemukan keberadaan keduanya di Pulau Pinang (Penang), Malaysia.

"Selanjutnya dilakukan penangkapan oleh Polisi Malaysia atas permintaan BNN RI, kemudian atas koordinasi antara BNN, PDRM, imigrasi kedua negara serta aparat penerbangan, kedua tersangka diserahkan kepada team BNN dan dibawa dari Bandara Penang ke Bandara Kualanamu di Medan, Sumut. Saat ini tersangka dan seluruh barang bukti sudah dibawa ke BNN Provinsi Sumut," paparnya.

Sumber : cnnindonesia.com

print  word  pdf

 

Narotama News & Events
Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan Inovasi Lupis Semanggi Karya Mahasiswa UNNAR Mendapatkan Hibah PKM Kewirausahaan

23 Mei 2019, 02:15:59

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kisah Ursulah Diana Fitriani dan kawan-kawan dari Universitas Narotama (UNNAR) Surabaya. Inovasi karya mahasiswi Program Studi Akuntansi bersama keempat orang temannya berhasil mendapatkan dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang mereka buat adalah produk makanan yang mereka namakan Lupis Semanggi Rainbow Cake. Ide membuat Lupis Semanggi itu ....Selengkapnya

print    word   pdf

Public News

Usai Kudeta, Eks Presiden Sudan Didakwa Membunuh Demonstran
27 Mei 2019, 09:00:00

Usai Kudeta, Eks Presiden Sudan Didakwa Membunuh Demonstran Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir, yang dikudetapada 11 April lalu dilaporkan mulai menjalani proses hukum di pengadilan. Dia dituduh bertanggung jawab atas kematian sejumlah demonstran lantaran tindakan represif aparat keamanan. Dilansir .....

APJII Catat Ponsel Pintar Dominasi Pengguna Internet
27 Mei 2019, 09:00:00

APJII Catat Ponsel Pintar Dominasi Pengguna Internet Laporan penetrasi dan perilaku pengguna internet yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat ponsel pintar mendorong pengakses internet. Hingga 2018, ponsel berkontribusi sebesar 93,9 persen pengguna internet, disusul .....